World

Trump Ancam Hancurkan Pulau Kharg Jika Iran Tolak Damai

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengancam akan “menghancurkan sepenuhnya” Pulau Kharg pusat utama ekspor minyak Iran jika Teheran tidak menyepakati perjanjian damai dan mengakhiri blokade de facto di Selat Hormuz.

Dalam pernyataan di media sosial, Trump mengklaim pembicaraan dengan apa yang ia sebut sebagai “rezim baru yang lebih rasional” di Iran menunjukkan kemajuan besar, dan kesepakatan disebutnya bisa segera tercapai.

Namun di saat yang sama, ia kembali melontarkan ancaman terhadap sejumlah target strategis Iran yang disebut belum disentuh oleh militer AS sejak operasi bersama dengan Israel dimulai. Target tersebut mencakup Pulau Kharg, pembangkit listrik, ladang minyak, hingga fasilitas desalinasi.

Pernyataan Trump yang kerap berubah-ubah mencerminkan pendekatan yang fluktuatif di satu sisi mengklaim kemajuan diplomatik, namun di sisi lain tetap membuka kemungkinan eskalasi militer.

Dalam wawancara dengan Financial Times, Trump bahkan mengisyaratkan kemungkinan untuk mengambil alih Pulau Kharg.

“Mungkin kita ambil, mungkin tidak. Kita punya banyak opsi,” ujarnya.

Ia juga meremehkan kemampuan pertahanan Iran di pulau tersebut, yang terletak di Teluk Persia sekitar 20 mil dari daratan utama.

Meski menyatakan tidak berencana mengirim pasukan darat ke Iran, Trump tetap membuka peluang opsi militer lain. Saat ini, lebih dari 50.000 personel militer AS berada di Timur Tengah jumlah yang dinilai belum cukup untuk invasi besar, namun cukup untuk meningkatkan tekanan militer.

Serangan udara AS sebelumnya telah menargetkan instalasi militer di Pulau Kharg, tanpa menyentuh fasilitas ekspor minyaknya. Namun, langkah seperti serangan penuh atau penguasaan pulau dinilai berisiko tinggi dan dapat mengguncang pasar energi global.

Jika fasilitas minyak di Pulau Kharg dihancurkan atau pulau tersebut direbut, kemampuan Iran mengekspor minyak akan lumpuh. Hal ini berpotensi mendorong lonjakan harga energi dunia, terlebih jika Iran membalas dengan menyerang infrastruktur lain di Timur Tengah atau kapal tanker di Selat Hormuz.

Akbari Danico – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...