Ukraina resmi menandatangani perjanjian kerja sama pertahanan dengan Arab Saudi, seperti disampaikan Presiden Volodymyr Zelensky pada Jumat (27/3). Kesepakatan ini membuka peluang kontrak di masa depan, termasuk keterlibatan perusahaan Ukraina dalam pengembangan sistem pertahanan udara kerajaan tersebut.
“Kami telah mencapai kesepakatan penting,” ujar Zelensky melalui media sosial. Ia menambahkan bahwa Ukraina siap menjalin kerja sama jangka panjang dan ingin memperkuat posisinya dalam industri pertahanan global.
Penandatanganan ini berlangsung menjelang pertemuan Zelensky dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman di kota Jeddah. Kedua pemimpin membahas meningkatnya ketegangan di Timur Tengah serta perang yang masih berlangsung di Ukraina.
Selama beberapa tahun terakhir, Ukraina mengembangkan kemampuan menghadapi drone Shahed buatan Iran yang kerap digunakan Rusia dalam serangan besar-besaran. Setelah Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran, Teheran membalas dengan meluncurkan drone ke negara-negara sekutu AS di kawasan, termasuk Arab Saudi.
Untuk menghadapi ancaman tersebut, negara-negara Timur Tengah selama ini mengandalkan rudal pencegat berbiaya tinggi. Namun, penggunaan drone murah dalam jumlah besar dinilai membuat sistem pertahanan konvensional kesulitan bertahan dalam jangka panjang.
Situasi ini membuka peluang bagi Ukraina untuk menawarkan teknologi yang telah teruji di medan perang. Sejumlah perusahaan Ukraina kini membidik kerja sama dengan negara-negara Timur Tengah, khususnya dalam pengembangan drone pencegat.
Keunggulan utama teknologi ini terletak pada kemampuannya dikendalikan dari jarak jauh. Selain menjual perangkat keras, perusahaan Ukraina juga menawarkan pembaruan perangkat lunak serta operator terlatih yang dapat mengendalikan sistem dari Ukraina.
Dalam sepekan terakhir, para ahli militer Ukraina telah berada di Arab Saudi untuk memberikan konsultasi terkait sistem pertahanan udara. Zelensky juga menyatakan ketertarikan untuk menjajaki kerja sama timbal balik, termasuk memperoleh sistem pertahanan canggih yang dibutuhkan negaranya.
Akbari Danico – Redaksi

