World

USS Gerald Ford Ditarik dari Timur Tengah, AS Tunda Serangan ke Iran

Kapal induk milik Amerika Serikat, USS Gerald R. Ford, yang menjadi bagian dari operasi militer di Timur Tengah dilaporkan telah ditarik dari wilayah konflik.

Mengutip AFP, Senin (23/3), kapal induk terbesar di dunia itu kini kembali ke pangkalannya di perairan Kreta, Yunani. Penarikan ini dinilai berpotensi memengaruhi dukungan militer AS di kawasan.

Direktur Program Kebijakan Global di Universitas Pennsylvania, Daniel Schneiderman, menyebut langkah tersebut dapat mengurangi peran AS dalam operasi militer yang sedang berlangsung.

“Menarik kapal Ford dari medan perang untuk jangka waktu yang signifikan berarti mengurangi dukungan AS terhadap upaya perang,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa peran kapal induk tersebut sangat penting dalam mendukung pertahanan Israel. Menurutnya, USS Gerald R. Ford didukung sejumlah kapal pengawal dengan kemampuan pertahanan udara yang kuat. Namun, dengan penarikannya, dampak operasional jangka pendek tetap akan terasa meski tidak sepenuhnya menghilangkan kemampuan militer AS di kawasan.

Sebelumnya, Senator AS Mark Warner yang juga Wakil Ketua Komite Intelijen Senat, mengkritik penempatan kapal tersebut. Ia menilai kapal dan awaknya telah terlalu lama berada di laut, hampir satu tahun, dan menjadi korban dari keputusan militer Presiden Donald Trump.

“Awak kapal telah didorong ke ambang batas setelah hampir setahun di laut dan harus membayar harga atas keputusan militer yang sembrono,” kata Warner.

Di sisi lain, Trump pada hari yang sama mengumumkan penundaan rencana gelombang serangan terhadap Iran. Keputusan ini diambil setelah adanya pembicaraan yang diklaim sedang berlangsung antara kedua negara.

Trump menyebut pembicaraan tersebut berjalan “sangat baik” dan membuka peluang untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah yang telah berlangsung selama sekitar tiga pekan. Ia pun memutuskan menunda serangan terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran selama lima hari.

Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump mengklaim telah terjadi “percakapan yang sangat baik dan produktif” terkait upaya mengakhiri permusuhan, yang akan terus berlanjut dalam beberapa hari ke depan.

Hingga berita ini ditulis, pemerintah Iran belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan tersebut.

Sementara itu, Israel dilaporkan tetap melanjutkan operasi militernya dengan meluncurkan gelombang serangan baru ke Teheran, ibu kota Iran.

Akbari Danico – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...