Sejumlah warga Iran tetap dapat mengakses internet meski pemerintah memberlakukan pembatasan jaringan di tengah konflik yang berlangsung. Dalam kondisi tersebut, beberapa warga menyampaikan pandangan mereka terkait serangan Israel terhadap ladang gas di Iran serta aksi balasan dari Teheran.
Seorang perempuan berusia 20-an di Teheran menilai kedua pihak lebih mementingkan kepentingan masing-masing dibandingkan keselamatan warga sipil.
“Mereka tidak benar-benar memikirkan rakyat. Bahkan jika ingin melemahkan rezim, tidak perlu menyerang infrastruktur,” ujarnya.
Sementara itu, seorang pria berusia 20-an di Karaj mengaku khawatir dengan dampak jangka panjang konflik tersebut.
“Saya sangat sedih dengan serangan ke ladang gas. Saya takut setelah perang ini, tidak ada yang tersisa dari Iran selain tanah yang terbakar,” katanya.
Di sisi lain, seorang pria berusia 30-an di Teheran melihat konflik ini sebagai bagian dari realitas perang.
“Ini adalah perang. Siapa pun yang menang, mereka tetap membutuhkan infrastruktur itu untuk digunakan kembali nantinya,” ujarnya.
Akbari Danico – Redaksi

