World

AS Siap Blokade Pelabuhan Iran, Harga Minyak Tembus $100 dan Pasar Saham Tertekan

Harga minyak dunia melonjak tajam pada awal pekan, di tengah rencana militer Amerika Serikat untuk memulai blokade terhadap wilayah Iran di Selat Hormuz. Kenaikan tersebut turut diiringi pelemahan pasar saham global, mencerminkan kekhawatiran investor terhadap eskalasi konflik di kawasan yang menjadi jalur vital energi dunia.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan rencana blokade tersebut sehari sebelumnya sebagai upaya menekan pemasukan Iran dari ekspor minyak. Langkah ini menambah ketidakpastian di tengah gencatan senjata yang masih rapuh antara kedua negara, setelah perundingan intensif yang melibatkan Wakil Presiden JD Vance berakhir tanpa kesepakatan.

Di sisi lain, Iran merespons dengan ancaman terbuka. Juru bicara militer Iran, Ebrahim Zolfaghari, menyatakan bahwa jika pelabuhan negaranya terancam, maka tidak ada pelabuhan di kawasan Teluk Persia dan Laut Oman yang akan aman.

Sejumlah negara Eropa pun mengambil jarak dari kebijakan Washington. Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, menegaskan bahwa negaranya tidak akan terlibat, sementara pemerintah Spanyol menyebut langkah tersebut tidak masuk akal. Hal ini terjadi meskipun Trump sebelumnya mengklaim akan ada banyak negara yang turut mendukung operasi tersebut.

Militer Amerika Serikat menyatakan bahwa blokade akan mulai diberlakukan dengan menargetkan kapal yang keluar masuk pelabuhan Iran, sambil tetap mengizinkan kapal lain melintas menuju pelabuhan non-Iran. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan dukungannya terhadap langkah tersebut, meski belum memastikan keterlibatan langsung negaranya.

Kebijakan ini menandai perubahan signifikan dalam pendekatan Washington. Sebelumnya, Amerika Serikat masih mengizinkan kapal tanker Iran melintasi Selat Hormuz demi menjaga stabilitas pasokan energi global.

Di tengah situasi tersebut, Iran dilaporkan telah lebih dulu membatasi lalu lintas di Selat Hormuz jalur yang biasanya dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia dengan hanya mengizinkan kapal tertentu untuk melintas sejak konflik memanas pada akhir Februari.

Tekanan pasar pun langsung terasa. Harga minyak mentah Brent melonjak lebih dari 7 persen hingga menembus kisaran 102 dolar per barel. Sementara itu, bursa saham di Asia dan Eropa melemah, dan pasar Amerika Serikat diperkirakan turut dibuka di zona merah.

Meski demikian, peluang diplomasi belum sepenuhnya tertutup. Sejumlah pejabat dari kedua negara, termasuk Trump, masih membuka kemungkinan untuk melanjutkan negosiasi, meskipun hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda kemajuan yang signifikan.

Akbari Danico – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...