National

Bulog Gunakan Teknologi BRIN agar bisa Tahan 2 Tahun

Perum Bulog dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) akan berkolaborasi untuk mengusung teknologi terbaru karya anak bangsa, yang memungkinkan beras di gudang penyimpanan bisa tahan hingga dua tahun.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, teknologi baru itu memungkinkan beras disimpan hingga dengan waktu tersebut dan tanpa penggunaan bahan kimia.

“Teknologi itu bisa mampu memelihara beras di gudang hampir sampai dua tahun tanpa harus adanya fumigasi dan lain sebagainya,” kata Ahmad seusai rapat koordinasi terbatas di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Ahmad menjelaskan inovasi tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Perum Bulog dan BRIN yang telah dikembangkan dalam beberapa bulan terakhir. Menurutnya, teknologi ini membuat kualitas beras yang disimpan menjadi lebih baik karena tidak terpapar bahan kimia, sehingga lebih sehat dan higienis untuk dikonsumsi.

“Sehingga beras itu akan semakin sehat, semakin higienis, dan lebih layak untuk dikonsumsi karena tidak menggunakan campuran kimia,” ujarnya.

Penerapan teknologi tersebut akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari gudang-gudang baru yang sedang disiapkan pemerintah.

Selain itu, Bulog juga merencanakan modernisasi gudang lama dengan teknologi serupa guna meningkatkan kualitas sistem penyimpanan beras nasional.

Ahmad menilai inovasi ini merupakan karya anak bangsa yang perlu dimaksimalkan untuk mendukung ketahanan pangan.

Sebelumnya, Perum Bulog menyampaikan bahwa pemerintah telah menetapkan 100 titik pembangunan infrastruktur pascapanen sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan nasional.

Penetapan tersebut mencakup seluruh tahapan perencanaan, mulai dari studi kelayakan hingga pertimbangan teknis di tiap wilayah. Infrastruktur dibangun dengan pendekatan berbasis tipologi daerah agar sesuai dengan potensi komoditas, termasuk pembangunan gudang di wilayah kepulauan dan fasilitas pengolahan di sentra produksi.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan hasil pertanian sekaligus menjaga stabilitas pasokan pangan nasional.

Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...