Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat melalui pelaksana program Health Security Partners telah menyelesaikan latihan simulasi di kelas dan lapangan selama empat hari pada pekan ini. Kegiatan ini bertujuan memperkuat Tim Reaksi Cepat di tingkat kabupaten dan provinsi di Sumatera Selatan.
Latihan yang digelar pada 7–10 April di Palembang ini mempertemukan CDC dengan berbagai instansi utama pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kesiapsiagaan bilateral dalam menghadapi flu burung serta ancaman penyakit menular baru lainnya.
Kegiatan kolaboratif ini dikoordinasikan bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, serta Balai Konservasi Sumber Daya Alam. Kolaborasi ini mencerminkan pendekatan menyeluruh pemerintah dalam pengawasan dan respons penyakit yang efektif. CDC sendiri aktif bekerja sama dengan berbagai negara untuk memperkuat kapasitas pencegahan, deteksi, dan respons terhadap ancaman penyakit menular demi melindungi kesehatan masyarakat global.
Spesialis Kesehatan Masyarakat CDC, Yenny Tju, menyebut latihan ini sebagai bentuk kesiapan lintas sektor menghadapi potensi wabah penyakit pernapasan berisiko tinggi. Menurutnya, pembentukan tim reaksi cepat akan membantu memitigasi dampak wabah secara dini. Ia menegaskan bahwa penyakit tidak mengenal batas, sehingga kesiapsiagaan global menjadi kunci.
Munculnya kasus flu burung pada manusia di Kamboja baru-baru ini turut menegaskan pentingnya sistem surveilans yang kuat untuk mendeteksi potensi wabah sejak dini. Virus ini masih menjadi ancaman serius, baik bagi populasi unggas maupun kesehatan manusia di kawasan.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Trisnawarman, menyampaikan apresiasi atas dukungan teknis dari CDC dalam pelatihan dan kolaborasi untuk pencegahan penyakit zoonosis. Hal senada juga disampaikan perwakilan Direktorat Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Elly Puspasari Lubis, yang menekankan bahwa penyakit zoonosis dapat berkembang dengan cepat sehingga kesiapsiagaan harus terus dijaga.
Latihan ini difokuskan pada peningkatan kemampuan deteksi dan respons wabah secara cepat guna mengendalikan penyebaran penyakit yang berpotensi mengancam kesehatan dan keselamatan masyarakat. Melalui simulasi dan pertukaran pengetahuan, para peserta memperkuat kesiapsiagaan serta ketahanan kolektif dalam menghadapi ancaman penyakit menular.
Kolaborasi ini sekaligus mencerminkan kemitraan erat antara Amerika Serikat dan Indonesia dalam memperkuat keamanan kesehatan global. Dukungan AS terhadap penguatan sistem surveilans dan respons wabah di Indonesia menjadi bagian dari upaya lebih luas untuk mendeteksi dan mengendalikan penyakit menular sejak dini, demi melindungi masyarakat di kedua negara.
Akbari Danico – Redaksi

