Riset BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh 5,36 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada kuartal I-2026. Proyeksi ini mencerminkan ketahanan ekonomi domestik di tengah tekanan global.
Dalam laporan yang dipublikasikan awal pekan ini, pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) dinilai tetap solid, didorong oleh kuatnya permintaan domestik. Konsumsi rumah tangga kembali menjadi motor utama, dengan belanja masyarakat tercatat stabil sepanjang periode Januari hingga Maret 2026.
Investasi pun menguat, didukung oleh Purchasing Managers Index (PMI) ekspansif yang menunjukkan kondisi bisnis membaik dan pemulihan bertahap dalam belanja modal. Riset BRI Danareksa Sekuritas juga menyebut penguatan belanja pemerintah pada awal tahun turut mendongkrak pertumbuhan ekonomi.
Permintaan domestik yang tangguh, terutama konsumsi rumah tangga menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi. Riset mengungkapkan bahwa pengeluaran rumah tangga solid sepanjang Januari-Maret 2026.
Selain itu, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Maret 2026 yang mencapai 122,9 poin mengindikasikan bahwa masyarakat Indonesia masih optimistis dengan kondisi ekonomi saat ini.
“Indeks tersebut tetap berada dalam wilayah ekspansif, menunjukkan bahwa sentimen masih mendukung konsumsi. Lebih penting lagi, kepercayaan rata-rata pada kuartal pertama tahun 2026 masih lebih tinggi daripada pada kuartal pertama tahun 2025, menunjukkan bahwa sentimen secara keseluruhan telah membaik,” papar riset BRI Danareksa Sekuritas.
Tekanan geopolitik, khususnya melalui harga energi global yang lebih tinggi, kemungkinan mulai meningkatkan biaya menjelang akhir kuartal I 2026. Namun, dampak keseluruhan kenaikan biaya itu sangat bergantung pada berapa lama ketegangan di Timur Tengah berlanjut dan bagaimana kebijakan fiskal merespons.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

