Media yang berafiliasi dengan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), Tasnim News Agency, melaporkan bahwa angkatan bersenjata Iran kembali memaksa dua kapal tanker minyak untuk berbalik arah di Selat Hormuz.
Menurut laporan tersebut, kedua kapal yang berlayar di bawah bendera Botswana dan Angola itu berupaya melintasi jalur strategis tersebut, namun akhirnya harus mengubah arah setelah adanya tindakan dari militer Iran.
Tasnim menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari kelanjutan blokade laut yang diterapkan Iran di kawasan tersebut, di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat.
Perkembangan ini terjadi setelah pemerintah Iran menegaskan bahwa Selat Hormuz akan tetap ditutup hingga Amerika Serikat mencabut blokade terhadap pelabuhan Iran.
Situasi ini semakin menunjukkan eskalasi di jalur pelayaran vital dunia, dengan kedua pihak saling memperketat kontrol yang berdampak langsung pada lalu lintas energi global.
Akbari Danico – Redaksi

