Rekaman yang beredar dari insiden penembakan pada Sabtu malam memperlihatkan pebisnis Erika Kirk meninggalkan acara jamuan koresponden Gedung Putih dalam kondisi emosional.
Dalam video tersebut, ia terlihat menangis saat dievakuasi dari lokasi sambil mengungkapkan keinginannya untuk segera pulang, di tengah kepanikan yang melanda para tamu.
Momen tersebut menjadi sorotan, terutama karena latar belakang pribadinya yang juga pernah terdampak kekerasan serupa. Suaminya, Charlie Kirk, tewas dalam insiden penembakan saat menghadiri sebuah acara di Utah pada September 2025.
Seorang jurnalis yang membagikan video tersebut menunjukkan bagaimana Kirk terlihat sangat terguncang saat keluar dari hotel, mencerminkan ketakutan yang dirasakan banyak orang di lokasi.
Sementara itu, pembawa acara Bret Baier mengungkapkan bahwa Kirk sempat berlindung di bawah meja di dekatnya dan tampak sangat terpukul setelah kejadian.
Sebelum insiden terjadi, Kirk diketahui sempat menghadiri resepsi eksklusif bersama sejumlah tokoh media, termasuk Lawrence Jones, yang menambah kontras antara suasana awal yang santai dengan kepanikan yang kemudian terjadi.
Insiden ini tidak hanya mengguncang para tamu, tetapi juga memunculkan kembali trauma bagi sebagian individu yang sebelumnya pernah mengalami kekerasan serupa.
Akbari Danico – Redaksi

