Harga minyak dunia kembali melonjak dan menembus level $110 per barel untuk pertama kalinya dalam tiga minggu terakhir. Kenaikan ini dipicu kekhawatiran pasar bahwa Amerika Serikat dan Iran belum semakin dekat pada kesepakatan untuk mengakhiri konflik dan membuka kembali jalur vital Strait of Hormuz.
Minyak mentah jenis Brent crude tercatat naik 2,7% menjadi $111,2 per barel pada perdagangan pagi, sementara West Texas Intermediate (WTI) juga menguat 2,3% ke level $98,5 per barel.
Presiden AS, Donald Trump, disebut memberi sinyal bahwa ia kemungkinan tidak akan menerima proposal terbaru dari Iran untuk mengakhiri konflik. Proposal tersebut mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz, namun menunda pembahasan mengenai program nuklir Iran ke tahap negosiasi berikutnya.
Menurut Mohit Kumar, kepala ekonom Eropa di Jefferies, kebuntuan yang terjadi serta belum sepenuhnya dibukanya Selat Hormuz masih memberikan tekanan negatif bagi pasar minyak. Ia menegaskan bahwa semakin lama jalur tersebut terganggu, semakin besar pula dampaknya terhadap perekonomian global.
Kondisi ini menambah kekhawatiran bahwa konflik berkepanjangan tidak hanya memicu volatilitas harga energi, tetapi juga berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi dunia.
Akbari Danico – Redaksi

