Program pembangunan hunian layak bagi warga bantaran rel yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto tidak hanya menghadirkan tempat tinggal yang lebih manusiawi, tetapi juga membuka lapangan kerja serta membawa harapan baru bagi para pekerja yang terlibat.
Salah satu pekerja proyek, Riko Pratama (28), mengaku merasakan langsung dampak positif dari pembangunan hunian di kawasan Senen, Jakarta Pusat. Ia melihat proyek ini memberi manfaat nyata, baik bagi masyarakat penerima hunian maupun bagi para pekerja.
“Senang bisa membantu, berkontribusi atas proyek pembangunan untuk rumah-rumah yang awalnya kurang layak menjadi layak lagi di tempati,” ceritanya di sela-sela pekerjaannya di Proyek Hunian Senen, Jakarta Pusat, Jumat (17/4).
Proyek hunian ini dibangun dalam skala besar dengan total 324 unit, yang terbagi ke dalam dua zona, yakni 198 unit di bagian depan dan 126 unit di bagian belakang. Pembangunan tersebut melibatkan sejumlah BUMN karya, dengan HK mengerjakan 113 unit, PP sebanyak 101 unit, dan WIKA sebanyak 110 unit.
Setiap unit hunian dilengkapi fasilitas dasar seperti toilet, dua kasur, dan lemari. Sementara itu, kawasan hunian juga didukung fasilitas komunal seperti musholla, dapur umum, drainase, jalan akses, listrik, serta air bersih. Fasilitas umum lainnya meliputi toilet umum, ruang komunal, taman bermain, hingga area parkir motor.
Bagi Riko, proyek ini memiliki makna lebih dari sekadar pekerjaan. Ia yang terbiasa berpindah dari satu proyek ke proyek lain merasa bahwa pembangunan kali ini memberi dampak yang lebih terasa.
Sebelum terlibat di Jakarta, Riko baru saja menyelesaikan proyek di Kalimantan, serta sebelumnya turut membangun hunian sementara bagi korban bencana di Aceh dan Tamiang.
Ia mengaku awalnya tidak mengetahui adanya pembangunan hunian bagi warga bantaran rel. Namun setelah melihat langsung kondisi di lapangan, ia semakin memahami pentingnya proyek tersebut dan merasa bangga bisa terlibat.
Riko berharap program serupa dapat terus diperluas, terutama untuk menjangkau masyarakat di daerah terpencil yang masih membutuhkan hunian layak. Menurutnya, proyek ini juga menjadi sumber penghidupan bagi para pekerja. Karena itu, ia berharap pembangunan serupa dapat terus berlanjut agar peluang kerja tetap terbuka.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

