World

IEA Peringatkan Harga Minyak Bisa Lebih Buruk

Harga minyak dunia memang mulai turun dari level di atas 100 dolar per barel, namun secara keseluruhan masih berada jauh di atas posisi sebelum konflik Iran pecah pada 28 Februari. Kenaikan ini bahkan disebut berpotensi berlanjut, seiring gangguan pasokan yang belum sepenuhnya tercermin di pasar.

Direktur Eksekutif International Energy Agency, Fatih Birol, menilai bahwa harga saat ini belum sepenuhnya mencerminkan kondisi sebenarnya di Timur Tengah yang masih bergejolak.

Menurutnya, situasi pada bulan April berpotensi lebih buruk dibandingkan Maret. Hal ini disebabkan oleh perbedaan waktu distribusi, di mana pasokan pada Maret masih berasal dari pengiriman yang dilakukan sebelum krisis dimulai, sementara pada April tidak ada muatan baru yang masuk akibat terganggunya aktivitas produksi dan distribusi.

Ia menegaskan bahwa semakin lama gangguan berlangsung, maka dampaknya terhadap pasar energi global akan semakin besar.

Sebagai langkah antisipasi, seluruh 32 negara anggota IEA sebelumnya telah sepakat untuk melepas sekitar 400 juta barel cadangan minyak guna meredakan tekanan pasokan. Namun demikian, jumlah tersebut baru mencakup sebagian kecil dari total cadangan yang dimiliki.

Birol mengisyaratkan bahwa lembaganya masih memiliki ruang untuk mengambil langkah lanjutan jika situasi memburuk. Ia menegaskan bahwa IEA siap bertindak cepat apabila diperlukan, seiring dengan terus dipantaunya perkembangan kondisi pasar energi global.

Akbari Danico – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...