National World

Indonesia Desak PBB Selidiki Serangan Tewaskan Pasukan UNIFIL

Indonesia kembali mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk segera melakukan investigasi atas serangan di Lebanon selatan yang menewaskan tiga personel penjaga perdamaian Indonesia dalam misi UNIFIL dalam dua hari berturut-turut.

Desakan tersebut disampaikan dalam rapat darurat Dewan Keamanan PBB di New York. Wakil Tetap Indonesia untuk PBB, Umar Hadi, menilai serangan beruntun itu bukan sekadar insiden, melainkan upaya yang disengaja untuk melemahkan mandat UNIFIL sebagaimana diatur dalam Resolusi DK PBB 1701.

Indonesia pun menuntut penyelidikan yang cepat, menyeluruh, dan transparan, serta meminta DK PBB untuk memantau dan menindaklanjuti hasil investigasi tersebut.

“Karena itu, kami meminta investigasi dari PBB, bukan sekadar penjelasan dari Israel,” tegas Umar.

Ia menekankan bahwa keselamatan personel penjaga perdamaian kini menjadi prioritas utama. Indonesia meminta langkah darurat segera diambil, termasuk peninjauan ulang protokol keamanan, serta pengaktifan rencana kontingensi dan evakuasi sesuai kondisi di lapangan.

Menurutnya, komunitas internasional harus bertindak tegas untuk memastikan perlindungan terhadap pasukan perdamaian yang menjalankan mandat global.

“Tuntutan ini kami sampaikan sebagai bentuk penghormatan kepada para penjaga perdamaian yang gugur,” ujarnya.

Indonesia juga menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam menjaga perdamaian dunia, sembari mendesak DK PBB agar memberikan respons nyata dan kecaman tegas atas serangan tersebut.

Lebih lanjut, Indonesia meminta semua pihak yang terlibat, termasuk Israel, untuk segera menghentikan aksi yang membahayakan personel dan aset PBB.

“Hari ini, Dewan Keamanan harus memastikan keselamatan penjaga perdamaian. Tidak boleh ada lagi serangan,” kata Umar.

Sebelumnya, Indonesia menyampaikan duka mendalam atas gugurnya tiga personel UNIFIL di tengah eskalasi konflik di Lebanon. Praka Farizal Rhomadon gugur akibat serangan artileri di Adchit Al Qusayr, sementara Sertu Muhammad Nur Ichwan dan Kapten Inf Zulfi Aditya Iskandar tewas dalam serangan di wilayah Bani Hayyan sehari setelahnya.

Akbari Danico – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...