World

Iran Balas Ancaman Trump, Tegaskan Kekuatan Militer Masih Utuh

Para komandan militer dan pejabat politik Iran mengeluarkan pernyataan bernada menantang pada Kamis (2/4/26), sebagai respons atas pidato Presiden Donald Trump yang berjanji akan membawa Iran “kembali ke Zaman Batu.”

Dalam pidatonya, Trump mengklaim bahwa serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel telah menghancurkan sebagian besar kapasitas produksi militer Iran, termasuk rudal balistik dan peluncurnya. Namun di lapangan, Teheranmasih terus melancarkan serangan drone dan roket secara rutin ke Israel serta sekutu AS di kawasan.

Juru bicara pimpinan Islamic Revolutionary Guard Corps menyatakan bahwa informasi yang dimiliki pihak lawan terkait kekuatan militer Iran tidak lengkap. Ia memperingatkan bahwa jika AS dan Israel menganggap kemampuan Iran telah lumpuh, maka mereka justru akan semakin terjebak dalam konflik yang lebih dalam.

Dalam pidato prime-time tersebut, Trump menggambarkan operasi militer sebagai keberhasilan besar, sembari mengecilkan dampaknya terhadap warga Amerika, meskipun konflik ini telah memicu gejolak ekonomi global. Ia juga menyatakan bahwa militer AS berada di jalur untuk menyelesaikan seluruh target dalam waktu dekat.

Trump turut mengancam akan meningkatkan serangan terhadap Iran, sembari menyebut bahwa negosiasi masih berlangsung. Ia menegaskan bahwa dalam dua hingga tiga minggu ke depan, serangan akan diperkuat secara signifikan.

Namun, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menegaskan bahwa negosiasi dengan Washington tidak mungkin dilakukan dalam kondisi seperti ini. Ia menyebut siklus perang, negosiasi, gencatan senjata, lalu kembali ke konflik sebagai pola berbahaya yang merugikan seluruh kawasan.

Para pejabat Iran juga menilai tidak ada alasan untuk mempercayai upaya mediasi dari pihak AS, mengingat konflik sebelumnya justru terjadi di tengah proses negosiasi. Mereka menilai langkah tersebut sebagai bentuk inkonsistensi dan ketidakseriusan dalam mencari solusi damai.

Komandan angkatan udara Garda Revolusi, Sayed Majid Moosavi, bahkan melontarkan kritik keras melalui media sosial. Ia menyebut bahwa justru AS yang membawa tentaranya menuju kehancuran, bukan Iran seperti yang dituduhkan.

Moosavi juga menyindir pernyataan pejabat pertahanan AS dengan menyebutnya sebagai ilusi, serta menegaskan bahwa Iran memiliki peradaban ribuan tahun yang tidak bisa diremehkan oleh negara dengan sejarah yang jauh lebih singkat.

Akbari Danico – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...