Pengumuman Pemerintah Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz sebagai rute pelayaran internasional menjadi sinyal kuat meredanya konflik di kawasan Timur Tengah. Ke depan, hal ini akan membuat prospek energi Indonesia semakin cerah.
Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dwi Anggia, menjelaskan bahwa keputusan Iran tersebut tidak hanya berdampak positif bagi energi global, tetapi juga menjadi titik terang bagi ketahanan energi Indonesia.
“Pembukaan kembali Selat Hormuz merupakan perkembangan yang sangat positif bagi stabilitas pasokan energi global, termasuk Indonesia. Ini memberikan kepastian terhadap jalur distribusi energi yang sebelumnya sempat terganggu akibat dinamika geopolitik,” ujar Anggia dalam keterangan resmi, ditulis Sabtu (18/4).
Menurutnya, sejak konflik di kawasan tersebut meningkat, pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi, termasuk mendorong pemanfaatan energi baru berbasis sumber daya dalam negeri. Upaya tersebut membuat kondisi energi nasional tetap stabil, baik dari sisi pasokan maupun harga.
Dengan berbagai langkah tersebut, kondisi energi dalam negeri tetap terjaga, mulai dari ketersediaan stok yang cukup hingga harga yang stabil, sampai akhirnya datang keputusan menggembirakan dari Iran.
“Pemerintah memastikan bahwa ketahanan energi nasional tetap terjaga selama periode ketidakpastian kemarin. Dengan dibukanya kembali Selat Hormuz, tekanan terhadap rantai pasok global mulai mereda, termasuk terhadap pergerakan harga minyak dunia yang menunjukkan tren penurunan,” terangnya.
Pemerintah juga terus berkoordinasi agar dua kapal milik Pertamina, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, yang sebelumnya tertahan di kawasan tersebut, dapat segera melintas.
“Kami berharap proses pelayaran secara bertahap mulai kembali normal seiring dengan dibukanya jalur tersebut. Pemerintah terus berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan untuk memastikan kelancaran distribusi energi ke dalam negeri tetap terjaga,” tambah Anggia.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, menyatakan bahwa jalur pelayaran internasional melalui Selat Hormuz telah dibuka kembali seiring dengan kesepakatan gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

