Seorang penasihat senior Iran menyatakan bahwa perpanjangan gencatan senjata yang diusulkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, tidak memiliki makna dan justru dicurigai sebagai taktik untuk menyiapkan serangan mendadak.
Penasihat tersebut, Mahdi Mohammadi, yang juga merupakan staf dari Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf, menyampaikan pandangannya melalui unggahan di media sosial.
Dalam pernyataannya, Mohammadi menilai kebijakan tekanan yang diterapkan Washington, termasuk blokade, tidak berbeda dengan tindakan militer langsung dan harus direspons secara tegas.
Ia juga menegaskan bahwa Iran perlu mengambil inisiatif dalam menghadapi situasi yang berkembang.
Komentar tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan, setelah Angkatan Laut AS memberlakukan blokade di kawasan Selat Hormuz dan melakukan penyitaan terhadap kapal berbendera Iran.
Selama beberapa pekan terakhir, jalur pelayaran strategis tersebut juga mengalami gangguan signifikan, menyusul langkah Iran yang membatasi akses sebagai respons terhadap tekanan dari Amerika Serikat.
Akbari Danico – Redaksi

