Pemerintah Iran mengimbau warganya untuk ikut mencari pilot Amerika Serikat yang pesawat tempurnya ditembak jatuh oleh militer Iran. Warga bahkan dijanjikan hadiah besar jika berhasil menangkap dan menyerahkan pilot tersebut.
Melalui siaran televisi Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB), seorang pembawa berita menyatakan bahwa imbalan akan diberikan apabila pilot ditemukan dalam kondisi hidup dan diserahkan kepada aparat.
“Jika Anda menangkap dan menyerahkan pilot atau para pilot musuh dalam keadaan hidup kepada aparat penegak hukum dan militer, Anda akan menerima hadiah dan penghargaan yang bernilai,” kata pembawa berita tersebut.
Kantor berita semi-resmi ISNA melaporkan, Gubernur Provinsi Kohgiluyeh dan Boyer-Ahmad di Iran menjanjikan imbalan sebesar 10 miliar toman atau sekitar US$76 ribu (sekitar Rp1,29 miliar).
Insiden ini terjadi setelah Iran mengklaim menembak jatuh dua jet tempur milik AS, masing-masing di wilayah barat daya Iran dan sekitar Selat Hormuz.
Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya militer Iran pada Jumat (3/4) mengatakan, sistem pertahanan udara mereka menghancurkan satu jet tempur F-15 milik AS. Tak lama kemudian, militer Iran menyatakan telah menembak pesawat A-10 milik AS yang kemudian jatuh ke Teluk.
Laporan Al Jazeera, yang mengutip The New York Times, pilot A-10 disebut selamat. Sementara itu, nasib salah satu kru F-15 masih belum diketahui.
Sejumlah media AS melaporkan satu anggota kru F-15 telah ditemukan dan diselamatkan, sedangkan satu lainnya masih dalam pencarian.
Situasi ini semakin meningkatkan ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat, di tengah dinamika konflik yang terus berkembang di kawasan Timur Tengah.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

