Sebuah kapal kontainer bernama Epaminondas menjadi target serangan pasukan Islamic Revolutionary Guard Corps(IRGC) saat melintas di kawasan Selat Hormuz pada pagi hari (22/4).
Kapal tersebut diketahui dimiliki oleh perusahaan asal Yunani dan, berdasarkan data AIS dari Marine Traffic, tidak memancarkan sinyal yang dapat terdeteksi ketika melintasi jalur pelayaran tersebut.
Laporan dari UK Maritime Trade Operations Centre serta Vanguard menyebutkan bahwa nakhoda kapal sebelumnya telah diberitahu bahwa kapal memiliki izin untuk melintas di selat tersebut.
Namun, dalam perjalanannya, kapal tersebut didekati oleh kapal cepat milik IRGC yang kemudian melepaskan tembakan.
Serangan tersebut menyebabkan kerusakan signifikan pada bagian anjungan kapal, meningkatkan kekhawatiran terhadap keselamatan pelayaran di salah satu jalur perdagangan paling vital di dunia.
Insiden ini juga menambah daftar panjang gangguan terhadap lalu lintas maritim di kawasan tersebut, di tengah meningkatnya ketegangan militer yang berpotensi berdampak pada distribusi energi global serta stabilitas perdagangan internasional.
Akbari Danico – Redaksi

