Israel meningkatkan intensitas serangan ke Lebanon pada Senin (6/4), dengan menggempur wilayah pinggiran selatan ibu kota Beirut serta kawasan selatan negara tersebut.
Militer Israel juga mengeluarkan peringatan evakuasi, meminta warga untuk meninggalkan tujuh wilayah pinggiran Beirut dan sebagian area di kota selatan Tyre.
Sehari sebelumnya, Lebanon mengalami salah satu gelombang pemboman terberat sejak ofensif Israel dimulai. Warga melaporkan pesawat tempur terus berputar di atas Beirut dan wilayah selatan, bahkan saat banyak umat Kristen Lebanon tengah merayakan Easter.
Serangan sebelumnya pada Minggu (5/4) dilaporkan menewaskan sedikitnya 39 orang, menurut pemerintah Lebanon.
Eskalasi ini semakin memperburuk situasi kemanusiaan di Lebanon, dengan meningkatnya korban sipil dan warga yang terpaksa mengungsi.
Akbari Danico – Redaksi

