Pemerintah bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI) melakukan penertiban perlintasan sebidang serta mempercepat pembangunan Double-Double Track (DDT) untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api. Langkah tersebut disampaikan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin saat meninjau Stasiun Bekasi Timur.
Bobby menyebut penertiban dilakukan secara ketat, termasuk terhadap perlintasan liar yang dinilai berbahaya. Ia mengimbau masyarakat tidak membuat perlintasan baru karena dapat mengganggu jarak pandang masinis.
“Perlintasan liar dapat menghalangi visibilitas dan meningkatkan risiko kecelakaan,” ujarnya.
Menurutnya, perlintasan resmi telah dilengkapi sistem pengamanan, tidak hanya berupa palang pintu, tetapi juga sensor keselamatan. Karena itu, masyarakat diminta mematuhi rambu serta tidak membuka kembali perlintasan yang telah ditutup.
Bobby juga mengungkapkan bahwa pemerintah menargetkan peningkatan standar keselamatan pada sekitar 1.800 perlintasan. Langkah tersebut mencakup pembangunan flyover hingga pemasangan sistem pengamanan yang lebih modern.
Sementara itu, Dudy menyampaikan bahwa ke depan pengelolaan prasarana perkeretaapian akan diserahkan kepada KAI. Dengan skema tersebut, Kementerian Perhubungan akan berperan sebagai regulator. Ia menilai perubahan ini akan memengaruhi perencanaan proyek DDT, termasuk pembagian investasi antara pemerintah dan KAI.
Terkait operasional kereta rel listrik (KRL), Dudy menyebut layanan akan dibuka kembali setelah mendapatkan persetujuan dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Menurutnya, keputusan tersebut didasarkan pada hasil investigasi keselamatan.
Bobby menambahkan, pemulihan jalur telah dilakukan secara bertahap. Jalur hilir lebih dulu dibuka, disusul jalur hulu setelah dinyatakan aman. Meski demikian, KAI masih memberlakukan pembatasan kecepatan di area stasiun.
“Kami memastikan jalur aman, namun kecepatan masih dibatasi untuk menjaga keselamatan,” katanya.
Ia juga menegaskan dukungan penuh KAI terhadap proses investigasi KNKT guna mengetahui penyebab insiden serta langkah perbaikan ke depan.
Selain itu, Kementerian Perhubungan juga melakukan audit terhadap perusahaan taksi yang terlibat dalam insiden, yakni Green SM. Audit dilakukan secara menyeluruh, mencakup aspek operasional, teknis, hingga sumber daya manusia.
Dudy menegaskan pemerintah tidak akan ragu mengambil tindakan jika ditemukan pelanggaran serius.
“Kami akan memastikan seluruh layanan transportasi mematuhi standar keselamatan,” ujarnya.
Akbari Danico – Redaksi

