Program Kampung Nelayan Merah Putih menunjukkan dampak signifikan terhadap penciptaan lapangan kerja di wilayah pesisir. Tak sekadar membangun infrastruktur, program ini mampu mendorong diversifikasi pekerjaan masyarakat nelayan hingga meningkat drastic.
Kepala Staf Kantor Kepresidenan (KSP), Muhammad Qodari mengatakan keberadaan KNMP di kampung itu meningkatkan produktivitas nelayan hingga dua kali lipat. Yakni, meningkat dari 5,35 ton menjadi 10,85 ton tangkapan ikan. Peningkatan juga terjadi untuk jumlah hari melaut, dari 9 hari menjadi 13 hari atau naik 44 persen.
Program Kampung Nelayan Merah Putih yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto terbukti mampu memperluas jenis pekerjaan. Dari sebelumnya hanya 2 jenis menjadi 12 jenis pekerjaan atau meningkat hingga 500 persen. Ragam pekerjaan tersebut mencakup sektor pengolahan hasil laut, distribusi logistik, hingga usaha kuliner berbasis perikanan.
Tak hanya dari sisi jenis pekerjaan, peningkatan juga terjadi pada jumlah tenaga kerja yang terserap. Meningkat dari 120 orang menjadi 170 orang atau tumbuh sebesar 47 persen. Hal ini memperlihatkan bahwa satu kawasan kampung nelayan kini mampu menopang kehidupan lebih banyak masyarakat.
“Ini menunjukkan bahwa dengan dukungan sarana dan sistem yang tepat, kemampuan produksi nelayan bisa meningkat lebih dari dua kali lipat dan hari kerja untuk melaut lebih sering dan lebih produktif,” kata Qodari dalam konferensi pers yang diselenggarakan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) di Kantor KSP, Jakarta, Rabu (1/4/2026).
Program KNMP tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi yang berkelanjutan di kawasan pesisir. Transformasi ini mencakup penguatan sistem produksi, distribusi, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dampak ekonomi yang dihasilkan pun mulai terasa. Hal ini ditandai dengan peningkatan pendapatan masyarakat serta aktivitas produksi yang semakin berkembang. Program ini juga terbukti meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi di desa.
Qodari berharap keberhasilan KNMP di Biak ini bisa menjadi benchmark untuk KNMP di daerah-daerah lain. Paling tidak, keberadaan KNMP mampu meningkatkan produktivitas perikanan antara 100 persen hingga 200 persen pada setiap lokasi KNMP yang sudah beroperasi secara penuh.
Program KNMP diproyeksikan mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 27.000 orang. Terdiri atas 20.000 orang tenaga kerja non-permanen (konstruksi) dan 7.000 orang tenaga kerja permanen (penempatan di cold storage, mobil pengangkut, pabrik es, galangan kapal, tambatan kapal, kios perbekalan, SPBN, sentra kuliner, dan pengurus koperasi serta nelayan).
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

