Apresiasi dari Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund atau IMF) dan investor global yang menempatkan Indonesia sebagai titik terang ekonomi dunia dinilai sebagai sinyal positif di tengah ketidakpastian global.
Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, menyebut penilaian ini mencerminkan keberhasilan pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi. Ia menyoroti peran kredibilitas kebijakan, disiplin fiskal, serta sinergi antara kebijakan moneter dan fiskal sebagai faktor utama. Pengakuan ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia di mata pasar internasional.
Namun demikian, Fakhrul menegaskan bahwa capaian tersebut tidak boleh membuat pemerintah berpuas diri. Ia menilai stabilitas ekonomi seharusnya menjadi titik awal untuk langkah yang lebih strategis, bukan tujuan akhir.
Fakhrul menekankan pentingnya mengubah stabilitas menjadi kekuatan yang mampu membiayai pertumbuhan dan memperluas ruang kebijakan. Pandangan ini mencerminkan kebutuhan untuk mendorong transformasi ekonomi yang lebih berkelanjutan.
Lebih lanjut, Fakhrul juga menyoroti bahwa narasi ekonomi Indonesia perlu berkembang melampaui sekadar disiplin fiskal. Ia menilai pendekatan yang hanya menekankan defisit di bawah tiga persen dan rasio utang yang terkendali belum cukup menjawab ekspektasi pasar.
Menurutnya, pemerintah perlu menjelaskan secara lebih komprehensif arah pembiayaan jangka menengah dan panjang. Kejelasan strategi ini dinilai penting untuk membangun kepercayaan investor di tengah ketidakpastian global.
Selain itu, Fakhrul menekankan pentingnya diversifikasi sumber pendanaan, termasuk mengurangi ketergantungan pada mata uang kuat seperti dolar Amerika Serikat. Ia mendorong pemanfaatan alternatif seperti skema local currency settlement serta sumber likuiditas berbiaya rendah seperti offshore renminbi.
Fakhrul juga menilai penguatan kemitraan internasional harus mampu membuka akses pembiayaan yang nyata, bukan sekadar membangun kepercayaan. Dengan strategi yang jelas dan terkomunikasikan dengan baik, Indonesia dinilai dapat memiliki keunggulan kompetitif di tengah fragmentasi ekonomi global.
Alexander Jason – Redaksi

