Dialog Pemberantasan Terorisme ASEAN-Australia ke-5 di Jakarta pada 9 April 2026 menegaskan komitmen bersama dalam menghadapi ancaman terorisme di kawasan Indo-Pasifik. Pertemuan ini dipimpin oleh Duta Besar Australia untuk Pemberantasan Terorisme, Gemma Huggins, bersama Pelaksana Tugas Wakil Kepala BNPT, Dionnisius Elvan Swasono. Keduanya menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara dalam menghadapi ekstremisme kekerasan yang semakin kompleks. Forum ini juga menjadi refleksi lima tahun kerja sama strategis antara ASEAN dan Australia di bidang kontra-terorisme.
Dalam pernyataannya, Huggins menilai dialog ini sebagai wadah penting untuk menyatukan tujuan dan memperkuat implementasi inisiatif yang berdampak nyata. Ia menegaskan bahwa kerja sama yang dipimpin ASEAN tetap krusial dalam menjaga stabilitas kawasan.
Senada dengan itu, Dionnisius menekankan pentingnya kemitraan yang berkelanjutan, praktis, dan berorientasi masa depan. Kolaborasi ini dinilai menjadi fondasi utama dalam mencegah dan menanggulangi ancaman terorisme secara efektif.
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Australia juga mendukung penyusunan dokumen lanjutan Rencana Aksi ASEAN terkait pencegahan radikalisasi dan ekstremisme kekerasan. Dukungan ini diharapkan menghasilkan kerangka kerja regional yang lebih komprehensif dan terintegrasi.
Duta Besar Australia untuk ASEAN, Tiffany McDonald, menegaskan bahwa kemitraan strategis dengan ASEAN semakin kuat seiring waktu. Ia menyebut kolaborasi ini sebagai langkah penting menuju kawasan yang lebih aman dan stabil. Dialog ini juga menjadi ajang berbagi informasi terkait perkembangan terbaru ancaman terorisme di kawasan.
Selain itu, peserta meninjau efektivitas program yang telah berjalan sekaligus mengidentifikasi peluang kerja sama baru. Pendekatan ini menunjukkan bahwa penanganan terorisme tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga preventif dan kolaboratif. Ke depan, kesinambungan dialog seperti ini akan menjadi kunci dalam menjaga keamanan regional secara berkelanjutan.
Alexander Jason – Redaksi

