Aksi penanaman mangrove bertema “Kolaborasi Hijau Wariskan Mangrove untuk Bumi” menjadi penegasan komitmen lintas sektor dalam menjaga kelestarian lingkungan di Bali. Kegiatan yang digelar di kawasan pesisir Kelurahan Benoa ini dihadiri Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Made Astawa bersama jajaran pejabat tinggi negara dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Bali. Kehadiran berbagai unsur pimpinan tersebut mencerminkan kuatnya sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan lembaga negara dalam mendorong agenda pelestarian lingkungan yang berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Kepala Kejaksaan Tinggi Bali, menyoroti posisi Indonesia sebagai negara dengan ekosistem mangrove terluas di dunia, dengan Bali sendiri memiliki sekitar 2.100 hektar kawasan mangrove. Penanaman 200 bibit mangrove dalam kegiatan ini dinilai sebagai simbol komitmen bersama dalam menghadapi tantangan perubahan iklim sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan pesisir. Upaya ini tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga menjadi bagian dari langkah nyata dalam memperkuat fungsi ekologis mangrove sebagai pelindung alami wilayah pantai.
Gubernur Bali turut menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian lingkungan, terutama mengingat posisi Bali sebagai destinasi pariwisata global. Ia menegaskan bahwa kearifan lokal menjadi fondasi utama dalam menjaga harmoni antara manusia dan alam. Selain itu, mangrove juga memiliki peran strategis dalam mencegah abrasi dan menjaga stabilitas garis pantai, sehingga keberadaannya menjadi sangat vital bagi keberlangsungan wilayah pesisir.
Kegiatan yang juga diisi dengan pelepasan 150 ekor burung ini memperkuat pesan simbolis tentang pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem. Dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, aksi ini diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni semata, melainkan menjadi gerakan berkelanjutan yang memperkuat kesadaran kolektif masyarakat. Melalui kolaborasi ini, Bali berupaya menegaskan posisinya sebagai destinasi pariwisata yang tidak hanya menarik secara ekonomi, tetapi juga bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang.
Alexander Jason – Redaksi

