Spekulasi mengenai menghilangnya Asencio dalam beberapa laga terakhir Real Madrid akhirnya mulai menemukan titik terang.
Menurut laporan Marca, situasi ini bermula saat Asencio merasa kecewa karena tidak diturunkan sebagai starter dalam laga melawan Manchester City pada 12 Maret. Saat itu, pelatih Álvaro Arbeloa justru memilih Dean Huijsen sebagai bek tengah, padahal Asencio merasa telah bermain dalam kondisi cedera di pertandingan sebelumnya melawan Celta Vigo.
Kekecewaan tersebut kemudian disampaikan langsung oleh Asencio kepada Arbeloa, yang memperkeruh suasana di dalam tim.
Situasi semakin memanas ketika Arbeloa sebenarnya kembali memberikan kepercayaan dengan menurunkannya sebagai starter saat menghadapi Elche CF pada 15 Maret. Namun, pada hari pertandingan, Asencio datang dengan didampingi dokter dan mengaku mengalami ketidaknyamanan otot ringan, sehingga merasa tidak siap bermain. Keputusan ini membuat Arbeloa kesal.
Dampaknya, Antonio Rüdiger yang sebelumnya direncanakan untuk beristirahat justru harus bermain mendadak melawan Elche, sehingga mengganggu program pemulihannya.
Sejak saat itu, Asencio tidak masuk dalam skuad untuk beberapa pertandingan penting, termasuk laga melawan Elche, leg kedua kontra Manchester City, hingga derby Madrid. Padahal, ia tetap menjalani latihan secara normal. Alasan utamanya disebut karena ia belum menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada seluruh tim.
Setelah akhirnya meminta maaf, Asencio kembali dimasukkan ke dalam skuad untuk pertandingan melawan RCD Mallorca dan FC Bayern Munich. Meski demikian, ia masih belum mendapatkan menit bermain.
Seluruh kronologi ini menunjukkan bahwa faktor non-teknis, khususnya dinamika internal dan komunikasi dalam tim, memainkan peran besar dalam situasi yang dialami Asencio, sebagaimana diungkap oleh laporan Marca.
Akbari Danico – Redaksi

