National

Kopdes Merah Putih Milik Bersama, 97 Persen Keuntungan Kembali ke Warga Desa

Pemerintah akan membangun Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) untuk menggerakkan perekonomian sekaligus memberdayakan masyarakat desa dan kelurahan. KDKMP adalah milik masyarakat desa/kelurahan, bukan milik perseorangan. Masyarakat desa/kelurahan menjadi anggota koperasi. Keuntungan yang diperoleh KDKMP pun akan dibagikan kepada masyarakat desa/kelurahan.

Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menyebut 97 persen keuntungan koperasi akan dikembalikan kepada masyarakat desa. “Partisipasi kolektif masyarakat akan menentukan keberhasilan koperasi,” ujarnya.

Ia mengatakan, KDKMP akan dikelola oleh manajemen profesional dan transparan seperti halnya koperasi-koperasi modern di beberapa negara.

“Kalau bisa kita jadikan referensi adalah beberapa koperasi di Eropa yaitu Mondragon, Amul di India, koperasi NTUC di Singapura. Itu sebetulnya adalah koperasi-koperasi modern yang mengelola kooperasinya secara digital, secara profesional, transparan, dan akuntabel,” ujarnya.

PT Agrinas Pangan Nusantara sebagai BUMN yang akan diberikan tanggung jawab untuk mengelola KDKMP selama masa transisi dua tahun, juga memastikan pengelolaan yang terdigitalisasi, transparan, dan terintegrasi.

“Pengelolaannya dengan digitalisasi, transparansi dan keterbukaan sehingga partisipasi masyarakat dalam melakukan pengawasan itu bisa dilakukan secara maksimal,” ucapnya.

Joao menyampaikan bahwa program KDKMP yang digagas oleh pemerintahan Prabowo Subianto–Gibran ini mengutamakan partisipasi aktif masyarakat sebagai subjek dalam perekonomian Indonesia.

Kehadiran KDKMP ditegaskan tidak akan mematikan usaha kecil seperti warung kelontong. Sebaliknya, koperasi akan berperan sebagai pemasok dan mitra distribusi, sekaligus memangkas rantai pasok agar harga kebutuhan pokok lebih terjangkau. Berbeda dengan program koperasi sebelumnya, KDKMP memastikan bahwa distribusi logistik dan finansial berada dalam kendali masyarakat, sehingga dapat berkontribusi langsung terhadap pembangunan ekonomi desa/kelurahan.

Menurut Joao, KDKMP juga dapat menjadi wadah untuk mempersingkat rantai distribusi barang kebutuhan pokok yang selama ini panjang sebelum sampai ke desa. Harapannya, barang kebutuhan pokok bisa segera sampai ke masyarakat desa dengan harga yang lebih terjangkau.

Selain itu, KDKMP juga akan menyalurkan barang subsidi seperti LPG 3 kg dan pupuk secara lebih tepat sasaran, serta menyerap hasil produksi warga untuk dipasarkan lebih luas. Hasil-hasil produksi masyarakat desa/kelurahan setempat juga dapat diserap oleh KDKMP, lalu didistribusikan ke daerah-daerah lain dan menjangkau seluruh Indonesia.

Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...