Presiden Prancis Emmanuel Macron menyamakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping sebagai pemimpin dunia yang dinilainya sama-sama menentang Eropa.
Pernyataan tersebut disampaikan Macron saat berdiskusi dengan Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis dalam kunjungannya ke Athena.
Ia menilai situasi global saat ini merupakan momen yang tidak biasa bagi Eropa.
“Kita tidak boleh meremehkan bahwa ini adalah momen unik di mana pemimpin Amerika Serikat, Rusia, dan China sama-sama menentang Eropa,” ujarnya.
Macron kemudian mendesak negara-negara Eropa untuk memperkuat posisi dan pengaruhnya di panggung global. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi momentum bagi Eropa untuk bangkit dan tidak bergantung pada pihak lain.
“Ini adalah saat yang tepat bagi Eropa untuk bangun,” katanya.
Selama masa jabatannya, Macron memang kerap mendorong agar Eropa meningkatkan kemandirian dalam bidang pertahanan. Ia menilai kawasan tersebut tidak seharusnya terus bergantung pada Amerika Serikat, termasuk dalam hal keamanan.
Selain itu, Macron juga menyerukan penguatan peran Eropa dalam aliansi NATO. Ia menyoroti melemahnya solidaritas antaranggota, terutama terkait komitmen pertahanan kolektif yang diatur dalam Pasal 5. Menurutnya, keraguan terhadap komitmen tersebut dapat berdampak pada kekuatan aliansi secara keseluruhan.
Sebelumnya, Trump diketahui beberapa kali mempertanyakan kesediaannya untuk tetap berpegang pada Pasal 5 NATO. Ia juga mengkritik negara-negara anggota yang dinilai tidak mendukung kebijakan Amerika Serikat, termasuk dalam konflik dengan Iran. Macron menilai sikap tersebut berpotensi melemahkan stabilitas aliansi.
“Keraguan ini secara de facto melemahkan kekuatan aliansi,” ujarnya.
Di sisi lain, laporan menyebutkan bahwa Amerika Serikat juga mempertimbangkan langkah terhadap negara-negara yang tidak mendukung kebijakan militernya.
Situasi ini dinilai semakin mencerminkan dinamika global yang kian kompleks serta meningkatnya tekanan terhadap Eropa di berbagai bidang.
Akbari Danico – Redaksi

