Meski Iran menyatakan Selat Hormuz telah dibuka sepenuhnya untuk kapal komersial, indikasi awal menunjukkan bahwa pelaku industri pelayaran belum terburu-buru untuk kembali melintasi jalur tersebut.
Sejumlah operator kapal tanker minyak dan gas menilai bahwa situasi di lapangan masih belum cukup aman. Salah satu perusahaan yang enggan disebutkan namanya menyatakan bahwa pernyataan Iran belum mengubah kondisi secara signifikan.
Perusahaan tersebut menegaskan bahwa mereka tidak ingin mengambil risiko yang tidak perlu, serta memilih untuk tidak menjadi pihak pertama yang kembali melintasi selat tersebut di tengah ketidakpastian.
Sementara itu, perusahaan pelayaran Stena Bulk menyatakan bahwa pihaknya masih memantau perkembangan situasi secara ketat.
Perusahaan tersebut menegaskan bahwa keselamatan awak kapal dan armada menjadi faktor utama dalam setiap keputusan operasional. Mereka juga memastikan tidak akan melanjutkan pelayaran melalui Selat Hormuz hingga kondisi benar-benar dinilai aman.
Sikap hati-hati ini mencerminkan tingginya tingkat kekhawatiran di kalangan industri pelayaran, meskipun secara resmi akses jalur perdagangan telah dibuka.
Akbari Danico – Redaksi

