National

Papan Digital Interaktif Tingkatkan Antusiasme Siswa di Bogor, Kehadiran Capai 100 Persen

Pemanfaatan papan digital interaktif membawa perubahan nyata dalam proses belajar mengajar di sekolah. Kehadirannya tidak hanya meningkatkan semangat siswa, tetapi juga berdampak pada kedisiplinan, termasuk tingkat kehadiran yang semakin tinggi.

Hal ini dirasakan di SDN 02/03 Leuwibatu, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Guru kelas 6, Acep Zainal Mutakin, menyebut penggunaan papan interaktif membuat siswa lebih antusias mengikuti pelajaran.

Menurutnya, rasa penasaran siswa terhadap papan tersebut mendorong mereka untuk mengikuti pembelajaran dengan lebih serius. Para siswa yang sebelumnya cenderung pasif saat menyalin pelajaran dari buku ke papan tulis kini menjadi lebih aktif dalam melihat, memahami, dan menulis menggunakan papan interaktif.

Dampaknya terlihat pada kehadiran siswa yang mencapai 100 persen sejak perangkat tersebut digunakan. Suasana belajar pun menjadi lebih hidup dan menyenangkan.

“Sangat ada yang berubah dari sikap anak-anak, kegembiraan, keceriaan ketika pembelajaran. Dan semenjak kehadiran papan interaktif hadir, absensi anak-anak semuanya alhamdulillah setiap hari itu full. Tidak ada yang absen sama sekali,” ujar Acep seperti dikutip dari program Sinergi Indonesia di kanal YouTube Badan Komunikasi Pemerintah, Sabtu (18/4).

Acep menilai penggunaan papan digital relevan dengan kebiasaan siswa saat ini yang akrab dengan teknologi. Kondisi tersebut membantu mereka lebih cepat memahami materi sekaligus meningkatkan motivasi untuk meraih cita-cita.

Manfaat tersebut tidak hanya dirasakan oleh siswa, tetapi juga guru. Dengan sistem digital, tenaga pengajar tidak lagi perlu membawa banyak buku karena materi pembelajaran sudah tersedia dalam perangkat. Bahkan, materi tersebut tetap dapat diakses tanpa koneksi internet.

Ia juga mengungkapkan, papan interaktif mulai digunakan di sekolahnya sejak setahun lalu, bersamaan dengan program revitalisasi sekolah dari pemerintah. Saat pertama kali diterima, baik guru maupun siswa menyambutnya dengan antusias.

Menurut Acep, kehadiran fasilitas ini menunjukkan upaya pemerintah dalam memperluas akses teknologi pendidikan hingga ke daerah. Ia berharap ke depan setiap ruang kelas dapat dilengkapi perangkat serupa agar proses digitalisasi pembelajaran semakin optimal.

Karena merasa terbantu dengan fasilitas tersebut, para pengajar dan murid berkomitmen untuk merawat papan interaktif dengan baik. Sebagai contohnya, para pengajar selalu mencabut instalasi listrik usai kegiatan belajar mengajar dan membatasi akses siswa ke perangkat di luar kegiatan pembelajaran.

Program digitalisasi pembelajaran di SDN 02/03 Leuwibatu ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam memeratakan akses teknologi pendidikan hingga ke tingkat desa, guna menyiapkan generasi penerus yang siap menghadapi era modernisasi.

Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...