National

Pelatihan Teknisi AC Jadi Langkah Reintegrasi Eks Napiter di Banten

Program pelatihan teknisi pendingin udara bagi mantan narapidana terorisme di Banten menandai langkah konkret pemerintah dalam mendorong reintegrasi sosial berbasis keterampilan. Sebanyak 20 peserta yang sebelumnya terlibat dalam jaringan ekstremisme kini diarahkan untuk membangun kehidupan baru setelah menyatakan kesetiaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Pancasila.

Inisiatif ini diisiniasi oleh aparat penegak hukum bekerja sama dengan sektor swasta sebagai bagian dari strategi pencegahan terorisme. Pendekatan tersebut menekankan bahwa rehabilitasi tidak hanya bersifat ideologis, tetapi juga harus menyentuh aspek ekonomi.

Program ini melibatkan kolaborasi antara aparat keamanan dan perusahaan swasta, dengan dukungan organisasi masyarakat untuk memperkuat proses sosial para peserta. Pelatihan teknisi AC dipilih karena tingginya kebutuhan pasar terhadap jasa perawatan pendingin udara, baik di sektor rumah tangga maupun komersial.

Selain pembekalan teori dan praktik, peserta juga diberikan perlengkapan kerja agar dapat langsung terjun ke dunia usaha. Skema ini dirancang untuk memastikan keberlanjutan ekonomi para peserta sekaligus meminimalkan risiko kembali ke jaringan lama.

Keterlibatan alumni program sebelumnya sebagai asisten pelatih menunjukkan adanya siklus keberhasilan yang mulai terbentuk dalam program deradikalisasi ini. Para peserta tidak hanya memperoleh keterampilan, tetapi juga membangun jejaring sosial baru yang lebih positif melalui interaksi lintas kelompok, termasuk organisasi keagamaan. Pendekatan ini dinilai efektif dalam mempercepat proses adaptasi sosial dan membangun rasa percaya diri. Secara keseluruhan, program ini telah memasuki angkatan keenam, menandakan kesinambungan upaya yang dilakukan secara sistematis.

Di sisi lain, aparat keamanan kini semakin mengedepankan pendekatan lunak dalam penanggulangan terorisme, melalui dialog, edukasi, dan pendampingan berkelanjutan. Strategi ini terbukti memberikan hasil signifikan, tercermin dari nihilnya serangan teror dalam beberapa tahun terakhir serta menurunnya angka penangkapan. Keberhasilan tersebut menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan. Ke depan, kolaborasi semacam ini diharapkan terus diperkuat guna menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari ancaman radikalisme.

Alexander Jason – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...