Tiga prajurit TNI yang gugur saat bertugas sebagai Pasukan Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon, meraih penghargaan hingga santunan. Penghargaan itu diberikan baik oleh Pemerintah Indonesia maupun PBB.
Ketiga prajurit tersebut adalah Kapten Inf. Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ichwan, dan Praka Farizal Rhomadon. Panglima TNI Agus Subiyanto menyampaikan bahwa ketiganya dianugerahi Kenaikan Pangkat Luar Biasa dalam rangka Operasi Militer Selain Perang (KPLB OMSPA) sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan pengorbanan mereka.
Selain itu, Para prajurit juga mendapatkan medali Dag Hammarskjold. Medali tersebut merupakan penghargaan anumerta tertinggi dari PBB yang diberikan kepada personel militer, polisi, atau warga sipil yang gugur saat bertugas dalam misi penjaga perdamaian PBB.
Dari sisi santunan, masing-masing keluarga prajurit menerima total sekitar Rp1,8 miliar. Nilai tersebut mencakup berbagai komponen, antara lain tabungan asuransi, santunan risiko kematian khusus, beasiswa untuk dua orang anak, santunan kematian dari PBB, dana watzah dari TNI AU, Tabungan Wajib Perumahan Angkatan Darat (TWP AD), dana personal accident, serta santunan gugur dari pihak perbankan.
Selain santunan, keluarga yang ditinggalkan juga mendapat hak gaji terusan selama 12 bulan yang terdiri atas gaji pokok, uang lauk pauk (ULP), tunjangan jabatan, serta pensiun janda setelah gaji terusan selesai dibayarkan.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) saat menjalankan tugas dalam misi perdamaian di Timur Tengah. Prabowo menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para prajurit serta memberikan penghormatan atas pengabdian dan pengorbanan mereka dalam menjalankan tugas Negara.
“Innalillahi waina ilaihi rajiun, turut berduka cita atas gugurnya Kapten Inf. Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ichwan, dan Praka Farizal Rhomadon saat menjalankan misi perdamaian di Timur Tengah,” ujar Prabowo, Selasa (31/3/2026).
Prabowo menegaskan pengabdian para prajurit merupakan bentuk dedikasi dan keberanian dalam menjaga perdamaian dunia sekaligus membawa nama baik Indonesia di kancah internasional.
Prabowo menegaskan, pengabdian para prajurit merupakan bentuk dedikasi dan keberanian dalam menjaga perdamaian dunia sekaligus membawa nama baik Indonesia di kancah internasional. Pemerintah Indonesia memberikan penghormatan setinggi-tingginya atas jasa dan pengorbanan para prajurit yang telah menjalankan tugas mulia demi perdamaian.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

