National

Pemerintah Kumpulkan Pelaku Industri Plastik, Fokus Jaga Stabilitas Pasokan Nasional

Pemerintah terus memantau dinamika geopolitik global, khususnya situasi di Selat Hormuz yang berpotensi mengganggu rantai pasok bahan baku petrokimia nasional.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menyampaikan bahwa langkah antisipatif telah dilakukan melalui pertemuan lintas sektor industri.

Dalam forum tersebut, pelaku industri hulu hingga hilir, termasuk sektor daur ulang plastik, diajak membahas kondisi terkini serta strategi mitigasi. Upaya ini mencerminkan keseriusan pemerintah dalam menjaga stabilitas sektor manufaktur di tengah ketidakpastian global.

Agus mengungkapkan bahwa hasil pertemuan menunjukkan optimisme industri terhadap ketersediaan stok plastik di dalam negeri. Ia menegaskan bahwa pasokan dinilai aman, meskipun pemerintah tetap berhati-hati dan terus melakukan pemantauan. Komitmen industri untuk menjaga kesinambungan suplai, terutama bagi pelaku usaha kecil, juga menjadi sorotan penting. Hal ini dinilai krusial untuk menjaga daya saing produk dalam negeri di pasar yang semakin kompetitif.

Meski demikian, Agus mengakui bahwa gejolak di Selat Hormuz telah memicu distorsi harga produk plastik di pasar domestik. Ia menjelaskan bahwa kenaikan biaya logistik, tambahan surcharge, serta keterlambatan pengiriman bahan baku menjadi faktor utama. Waktu pengiriman yang sebelumnya sekitar 15 hari kini dapat mencapai hingga 50 hari, sehingga meningkatkan beban biaya produksi. Kondisi ini menegaskan bahwa stabilitas industri nasional sangat dipengaruhi oleh dinamika global yang sulit dikendalikan.

Sebagai penutup, Agus menekankan pentingnya memperkuat kemandirian industri petrokimia nasional guna mengurangi ketergantungan terhadap impor. Ia juga mendorong eksplorasi bahan baku alternatif domestik, seperti crude palm oil, meskipun masih menghadapi tantangan keekonomian.

Pemerintah berkomitmen menjaga keseimbangan antara kebutuhan energi dan bahan baku industri, sekaligus meningkatkan daya tarik investasi di sektor ini. Melalui kolaborasi erat dengan pelaku industri, Kementerian Perindustrian berupaya memastikan ketahanan sektor manufaktur tetap terjaga di tengah persaingan global yang semakin ketat.

Alexander Jason – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...