National

Pemerintah Tingkatkan RSUD, Akses Layanan Kesehatan di Daerah Makin Dekat dan Terjangkau

Pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto terus mendorong pemerataan layanan kesehatan berkualitas hingga ke seluruh pelosok Indonesia, salah satunya melalui program peningkatan kualitas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Langkah ini diharapkan mampu mengurangi beban biaya yang selama ini ditanggung pasien, khususnya dari wilayah daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan (DTPK), yang kerap harus dirujuk ke rumah sakit besar di kota.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI), Muhammad Qodari, mengungkapkan bahwa biaya transportasi pasien dari wilayah DTPK dapat mencapai Rp2 juta hingga Rp10 juta untuk satu kali kunjungan. Angka tersebut belum termasuk biaya akomodasi maupun potensi kehilangan pendapatan selama pasien tidak dapat bekerja.

“Dengan tersedianya RSUD berkualitas di dekat tempat tinggal, beban tersebut bisa ditekan secara signifikan,” ujar Qodari dalam konferensi pers di Kantor Bakom RI, Jakarta, Rabu (29/4).

Program peningkatan RSUD yang merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) ini difokuskan pada peningkatan status rumah sakit dari tipe D dan D Pratama menjadi tipe C berkualitas.

RSUD tipe C tersebut akan dilengkapi fasilitas yang lebih komprehensif, mulai dari ruang operasi, layanan rawat jalan dan rawat inap, cathlab, hemodialisa, radiologi, farmasi, hingga Central Sterile Supply Department (CSSD). Dengan kelengkapan ini, masyarakat diharapkan tidak lagi harus dirujuk ke kota besar untuk mendapatkan penanganan medis yang lebih kompleks.

Menurut Qodari, program ini merupakan bagian dari visi besar Presiden Prabowo untuk memastikan setiap warga negara mendapatkan akses layanan kesehatan yang setara, tanpa terkendala lokasi geografis.

“Setiap warga negara, di mana pun berada, berhak memperoleh layanan kesehatan yang berkualitas,” tegasnya.

Pemerintah menargetkan peningkatan kelas terhadap 66 RSUD sepanjang periode 2025 hingga 2027, dengan prioritas wilayah DTPK. Hingga saat ini, sebanyak 16 RSUD telah rampung 100 persen, lima RSUD berada pada tahap akhir penyelesaian, dan 10 lainnya masih dalam proses konstruksi.

Sebanyak 21 rumah sakit yang terdiri dari 16 RSUD yang telah selesai dan 5 RSUD yang hampir rampung direncanakan siap diresmikan oleh Presiden pada Mei 2026. Fasilitas RSUD tersebut juga akan diperkuat dengan kehadiran tujuh dokter spesialis dasar, yakni spesialis anak, bedah, anestesi, penyakit dalam, obstetri dan ginekologi, radiologi, serta patologi klinik.

Dengan demikian, masyarakat di daerah tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh hanya untuk mendapatkan layanan medis spesialis.

Akbari Danico – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...