Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menuduh Israel telah menargetkan fasilitas desalinasi air dan pembangkit listrik di Kuwait, setelah sebelumnya pihak Kuwait menyatakan bahwa serangan tersebut berasal dari Iran. Namun, militer Israel melalui Israel Defense Forces (IDF) menyebut tidak mengetahui adanya serangan tersebut.
Dalam pernyataannya, IRGC mengecam keras insiden itu dan memperingatkan negara-negara Timur Tengah untuk tetap waspada terhadap upaya AS dan Israel yang disebut ingin memicu ketidakstabilan di kawasan.
IRGC tidak menyinggung laporan mengenai serangan terhadap kilang minyak di Kuwait yang juga disebut menjadi target pada hari yang sama.
Sebelumnya pada pekan ini, Iran juga telah melontarkan tuduhan serupa terhadap Israel terkait serangan pada fasilitas desalinasi di Kuwait. Juru bicara Khatam al-Anbiya Central Headquarters, Ebrahim Zolfaghari, menuding Israel melakukan “agresi brutal” sekaligus mencoba menjebak Iran atas serangan tersebut.
Pernyataan itu muncul setelah serangan terhadap fasilitas listrik dan desalinasi air di Kuwait yang dilaporkan menewaskan seorang pekerja asal India serta menyebabkan kerusakan.
Zolfaghari juga mengimbau negara-negara di kawasan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap apa yang ia sebut sebagai upaya provokasi dari Israel dan Amerika Serikat yang bertujuan mengganggu stabilitas Timur Tengah.
Situasi ini semakin memperlihatkan perang narasi di tengah konflik yang memanas, di mana masing-masing pihak saling melempar tuduhan terkait serangan terhadap infrastruktur vital di kawasan.
Akbari Danico – Redaksi

