Kepala badan nuklir Iran menegaskan bahwa tidak akan ada pembatasan terhadap pengayaan uranium sebuah tuntutan utama dari Amerika Serikat yang semakin memicu kekhawatiran bahwa gencatan senjata saat ini tidak akan berujung pada kesepakatan damai.
Situasi internal Iran juga dinilai belum sepenuhnya jelas, terutama setelah banyak tokoh penting dalam kepemimpinan negara itu tersingkir dalam konflik. Sejumlah pejabat tinggi yang masih aktif justru mengeluarkan pernyataan yang mempertanyakan dasar negosiasi dengan AS yang dijadwalkan berlangsung di Islamabad akhir pekan ini, menurut pandangan Washington.
Sepanjang konflik, Amerika Serikat dan Israel menegaskan bahwa tujuan utama mereka adalah menghentikan kemampuan Iran dalam mengembangkan senjata nuklir secara permanen.
Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, bahkan menyatakan bahwa Iran harus menyerahkan uranium yang telah diperkaya, atau AS akan mengambilnya secara paksa.
Namun, pernyataan terbaru dari kepala badan nuklir Iran justru bertolak belakang dengan tuntutan tersebut, sekaligus menjadi gambaran betapa sulitnya proses negosiasi yang akan datang.
Akbari Danico – Redaksi

