Pesan Presiden Prabowo Subianto dalam Musyawarah Nasional Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) membangkitkan semangat pesilat muda untuk melestarikan budaya sekaligus mendorong pencak silat tampil di panggung dunia.
Salah satu pesilat muda, Fiqih Bagus Pratama, mengaku terinspirasi oleh penegasan Prabowo bahwa pencak silat bukan sekadar olahraga, melainkan warisan budaya bangsa yang sarat nilai dan harus terus dijaga. Ia menilai, dorongan tersebut menjadi motivasi kuat bagi generasi muda untuk berprestasi di level internasional.
“Pesan-pesan dari Bapak Presiden tadi yang paling berkesan bagi saya yaitu pencak silat adalah budaya yang harus dilestarikan. Pencak silat adalah contoh budaya yang benar-benar sangat bagus. Dan pencak silat Insyaallah akan bisa masuk Olimpiade dan bisa meraih juara di kancah internasional,” tuturnya saat ditemui di Jakarta Convention Center, Jakarta, Sabtu (11/4).
Menurut Fiqih, pencak silat memiliki karakter khas yang tidak hanya menonjolkan kekuatan fisik, tetapi juga menjunjung tinggi nilai moral dan sportivitas. Karena itu, pembuktian di kancah global menjadi penting agar dunia semakin mengenal kualitas bela diri asli Indonesia tersebut. Ia menyebut pencak silat bukan sekadar olahraga, tetapi juga identitas budaya bangsa yang sarat nilai moral. Karena itu, pembuktian di level dunia menjadi hal penting
Ia pun berharap pencak silat dapat segera masuk dalam cabang olahraga Olimpiade. Harapan tersebut, kata dia, menjadi pemicu semangat bagi para pesilat muda untuk berlatih lebih keras dan mempersiapkan diri secara matang, baik dari sisi teknik maupun mental.
“Harapan-harapan ke depannya, kami berharap pencak silat masuk Olimpiade, pencak silat bisa sukses, dan pencak silat bisa dikenal oleh dunia. Bahwa pencak silat adalah bela diri yang bagus untuk generasi muda,” ucapnya.
Lebih lanjut, Fiqih menilai dukungan pemerintah dan organisasi seperti IPSI menjadi faktor penting dalam mendorong pencak silat semakin berkembang. Ia juga menyampaikan harapan agar para pemangku kepentingan terus konsisten membina atlet dan memperluas pengenalan pencak silat ke mancanegara.
Menurut Fiqih, peluang tersebut harus dibarengi dengan kesiapan matang dari generasi muda, baik secara fisik maupun mental. Ia menekankan pentingnya disiplin latihan sebagai kunci utama.
Di akhir pernyataannya, Fiqih turut mendoakan Presiden Prabowo dan jajaran pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) agar terus diberi kesehatan dalam mengembangkan olahraga tradisional tersebut.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

