Polda Sulawesi Selatan mencatat capaian signifikan dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui penyerapan Cadangan Jagung Pemerintah. Hingga akhir Maret 2026, penyerapan jagung telah mencapai lebih dari 41 ribu ton melalui Bulog Wilayah Sulselbar.
Capaian tersebut menempatkan Polda Sulawesi Selatan pada posisi kedua tertinggi secara nasional setelah Jawa Timur. Hasil ini mencerminkan peran aktif institusi kepolisian dalam mendukung stabilitas pangan nasional.
Kepala Biro Sumber Daya Manusia Polda Sulawesi Selatan, Adi Ferdian Saputra, menegaskan bahwa seluruh jajaran Polres terlibat aktif dalam proses penyerapan di wilayah masing-masing.
Adi menjelaskan bahwa pelaporan dilakukan secara rutin untuk memastikan transparansi dan akurasi data di lapangan. Sistem ini memungkinkan pemantauan perkembangan secara menyeluruh hingga ke tingkat desa. Pendekatan terintegrasi tersebut menjadi kunci keberhasilan dalam mencapai target penyerapan.
Adi juga menekankan bahwa proses pengawasan dilakukan melalui analisis dan evaluasi harian bersama gugus tugas di setiap Polres. Adi menyebutkan bahwa mekanisme ini memungkinkan respons cepat terhadap dinamika di lapangan serta pelaporan secara real time ke tingkat pusat.
Selain itu, dukungan infrastruktur penyimpanan dari Bulog dinilai penting untuk menampung hasil panen yang terus meningkat. Sinergi antarinstansi menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran program ini.
Secara keseluruhan, penyerapan jagung ini diharapkan terus berlanjut sebagai kontribusi nyata dalam memperkuat cadangan pangan nasional. Adi menilai bahwa langkah ini tidak hanya menjaga stabilitas pasokan, tetapi juga mendukung kesejahteraan petani.
Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menghadapi dinamika kebutuhan pangan masyarakat. Dengan demikian, kolaborasi antara Polri dan berbagai pihak diharapkan mampu menjaga ketahanan pangan secara berkelanjutan.
Alexander Jason – Redaksi

