National

Prabowo Resmikan 13 Proyek Hilirisasi Fase II Senilai Rp116 Triliun

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan peletakan batu pertama (groundbreaking) sebagai tanda dimulainya pembangunan 13 Proyek Hilirisasi Nasional Fase II pada Rabu. Total nilai investasi proyek tersebut mencapai Rp116 triliun.

Proyek hilirisasi tahap kedua ini mencakup sektor energi, logam dan mineral, material konstruksi, serta agroindustri. Pemerintah menargetkan program ini dapat menurunkan ketergantungan impor, memperkuat rantai pasok industri nasional, serta meningkatkan nilai tambah sumber daya dalam negeri.

Selain itu, proyek ini juga diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru dan mendorong aktivitas ekonomi di berbagai daerah. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam memperkuat fondasi industri nasional.

Program hilirisasi ini merupakan bagian dari Asta Cita serta visi Presiden Prabowo dalam membangun kemandirian ekonomi berbasis industrialisasi. Pemerintah juga menargetkan peningkatan daya saing Indonesia di tingkat global melalui optimalisasi pengelolaan sumber daya alam.

Sejumlah proyek yang mulai dibangun antara lain fasilitas kilang gasoline milik PT Pertamina (Persero) di Dumai, Riau dan Cilacap, Jawa Tengah. Selain itu, terdapat pula proyek pengolahan batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) di Tanjung Enim, Sumatera Selatan, yang digarap oleh Pertamina bersama PT Mineral Industri Indonesia.

Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...