National

Proyek Sekolah Rakyat Kulon Progo Serap Hampir 1.000 Pekerja

Libatkan Hampir 1.000 Pekerja, Proyek Sekolah Rakyat Kulon Progo Gerakkan Ekonomi Warga

Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, terus dipercepat sebagai upaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Proyek yang berlokasi di Bulurejo, Kecamatan Lendah ini tidak hanya menghadirkan fasilitas pendidikan, tetapi juga membuka peluang kerja bagi warga sekitar.

Hingga akhir April 2026, progres pembangunan telah mencapai sekitar 38 persen dan ditargetkan selesai pada Juni mendatang. Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menyatakan proyek ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penyediaan infrastruktur pendidikan yang memadai.

Sekolah yang dibangun di atas lahan 7,1 hektare dengan anggaran sekitar Rp214 miliar ini dirancang mampu menampung lebih dari seribu siswa. Di sisi lain, proyek tersebut juga menyerap hampir 1.000 tenaga kerja, yang jumlahnya terus meningkat seiring percepatan pembangunan. Lonjakan kebutuhan tenaga kerja ini menjadi angin segar bagi masyarakat lokal, terutama dalam meningkatkan pendapatan rumah tangga.

Smeentara itu, Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis DIY, Raden Haryo Satriyawan, mengatakan percepatan pembangunan dilakukan melalui strategi penambahan tenaga kerja dan pengaturan pekerjaan secara paralel di berbagai zona konstruksi.

“Langkah percepatan kami lakukan melalui penambahan tenaga kerja dan pengaturan pekerjaan di beberapa zona konstruksi agar proses pembangunan dapat berjalan lebih paralel,” ujar Haryo.

Kehadiran proyek ini tidak hanya berdampak pada sektor konstruksi, tetapi juga menggerakkan ekonomi warga di sekitarnya. Aktivitas para pekerja mendorong tumbuhnya usaha kecil seperti warung makan, jasa transportasi, hingga penyedia kebutuhan harian. Secara tidak langsung, perputaran ekonomi di tingkat lokal ikut meningkat.

Sekolah Rakyat Kulon Progo dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu dengan berbagai fasilitas modern, mulai dari ruang kelas berbasis teknologi, laboratorium, perpustakaan, hingga pusat pembelajaran digital. Fasilitas pendukung seperti asrama, klinik, kantin, sarana olahraga, dan ruang terbuka hijau juga disiapkan.

Dengan pembangunan yang terus dipercepat, Sekolah Rakyat Kulon Progo diharapkan tidak hanya menjadi pusat pendidikan baru, tetapi juga motor penggerak ekonomi masyarakat. Proyek ini menunjukkan bahwa investasi di sektor pendidikan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan warga melalui terbukanya lapangan kerja dan bertumbuhnya ekonomi rumah tangga.

Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...