National

Reformasi OJK Perkuat Transparansi dan Kredibilitas Pasar Modal Indonesia

Berbagai langkah reformasi yang dijalankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memperbaiki iklim pasar modal di Indonesia dinilai layak diapresiasi karena membuat Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi lebih sehat dan transparan.

Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, menyatakan bahwa reformasi ini merupakan fondasi penting untuk membangun pasar modal yang kredibel dan berkelas global.

Fakhrul menyoroti komitmen OJK dalam mengungkap data pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1% di situs BEI, serta kewajiban pelaporan Ultimate Beneficial Owner (UBO) bagi pemegang saham minimal 10% yang mulai berlaku 1 April 2026. Menurutnya, peningkatan transparansi ini bukan sekadar kepatuhan, melainkan sebuah mekanisme untuk membangun kembali kepercayaan investor dan menekan risiko yang selama ini sering didiskon karena keterbatasan informasi kepemilikan.

Terdapat tiga dampak positif utama dari reformasi ini. Pertama, penentuan harga wajar saham menjadi lebih sehat berkat informasi yang lebih simetris. Kedua, kualitas dan stabilitas basis investor akan meningkat. Ketiga, dalam jangka menengah, hal ini berpotensi menurunkan biaya ekuitas (cost of equity) bagi emiten karena premi risiko yang lebih rendah. Reformasi ini diharapkan mampu menghapus tantangan valuta asing yang selama ini membayangi pasar saham Indonesia.

Namun, Fakhrul menekankan bahwa reformasi tidak boleh berhenti pada transparansi saja. Ia mendorong pemerintah untuk memperkuat basis investor institusi dalam negeri seperti dana pensiun dan asuransi guna menjaga stabilitas pasar dari volatilitas jangka pendek. Selain itu, pasar saham harus didesain sebagai sumber pendanaan strategis melalui insentif bagi perusahaan berkualitas untuk melakukan IPO, sehingga menciptakan pipeline pasar modal yang sehat dan berkelanjutan.

Zahra Rahmanda Oktafiani-Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...