World

Selat Hormuz Tertutup, Eropa Terancam Krisis Bahan Bakar Pesawat

Eropa berpotensi menghadapi krisis bahan bakar pesawat dalam beberapa pekan ke depan jika jalur Selat Hormuz tidak segera kembali dibuka. Peringatan ini disampaikan oleh ACI Europe, asosiasi bandara di kawasan Eropa.

Dalam surat yang dikirim kepada Komisioner Uni Eropa bidang energi dan pariwisata, ACI Europe menyampaikan kekhawatiran yang semakin meningkat di kalangan anggotanya terkait ketersediaan bahan bakar jet.

Direktur Jenderal ACI Europe menegaskan bahwa potensi krisis pasokan akan berdampak besar terhadap operasional bandara dan konektivitas penerbangan, serta berisiko memicu dampak ekonomi serius bagi masyarakat di kawasan Eropa.

Menurutnya, jika arus lalu lintas di Selat Hormuz tidak kembali normal secara signifikan dan stabil dalam tiga pekan ke depan, maka kekurangan bahan bakar jet secara sistemik di Uni Eropa hampir pasti terjadi.

Kawasan Teluk sendiri merupakan pemasok utama bahan bakar aviasi bagi Eropa, dengan kontribusi sekitar 50 persen dari total impor. Gangguan di jalur tersebut langsung memukul rantai pasok energi penerbangan.

Sejumlah maskapai penerbangan bahkan telah mulai mengurangi frekuensi penerbangan dan menaikkan biaya bagi penumpang sebagai langkah antisipasi terhadap potensi krisis bahan bakar.

Tekanan ini juga tercermin dari lonjakan harga, di mana harga acuan bahan bakar jet di Eropa pekan lalu menyentuh rekor tertinggi sebesar 1.838 dolar AS per ton, jauh di atas level sebelum perang yang berada di kisaran 831 dolar AS per ton.

Jika situasi ini terus berlanjut, industri penerbangan Eropa berisiko mengalami gangguan besar, mulai dari pembatalan massal hingga kenaikan harga tiket yang signifikan bagi penumpang.

Akbari Danico – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...