Militer Israel menyatakan telah menewaskan tiga anggota Hezbollah dalam operasi di wilayah selatan Lebanon pada Minggu (26/4).
Dalam pernyataan resminya, Israel Defense Forces menyebut ketiga individu tersebut teridentifikasi mendekati pasukan Israel di area yang mereka sebut berada di selatan garis pertahanan depan.
Israel juga mengungkapkan keberadaan zona penyangga yang membentang sekitar 10 kilometer ke dalam wilayah Lebanon, yang menurut mereka diperlukan untuk mengurangi ancaman dari Hezbollah. Kebijakan ini membuat sekitar 5 persen wilayah Lebanon berada di bawah kendali militer Israel.
Setelah identifikasi dilakukan, Angkatan Udara Israel disebut melancarkan serangan untuk menghilangkan ancaman tersebut. Selain itu, infrastruktur milik Hezbollah di wilayah Bint Jbeil juga menjadi target dalam serangan lanjutan.
Meski saat ini terdapat gencatan senjata antara Lebanon dan Israel, situasi di lapangan masih diwarnai ketegangan. Hezbollah sendiri bukan penandatangan langsung kesepakatan tersebut, meskipun perjanjian itu bertujuan menghentikan konflik antara kedua pihak.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, sebelumnya telah memerintahkan pasukan untuk terus menyerang target Hezbollah, dengan alasan bahwa aktivitas kelompok tersebut dinilai melemahkan kesepakatan gencatan senjata.
Ia juga menegaskan bahwa perjanjian tersebut memberikan kebebasan bagi Israel untuk bertindak, tidak hanya sebagai respons terhadap serangan, tetapi juga untuk mencegah dan menetralkan ancaman yang dianggap muncul.
Akbari Danico – Redaksi

