Satu orang dilaporkan tewas dan dua lainnya terluka dalam serangan Israel di wilayah Bekaa Barat, Lebanon, sekitar 40 kilometer di tenggara Beirut dan dekat Sungai Litani. Informasi tersebut disampaikan oleh National News Agency(NNA).
Menurut laporan, serangan terjadi pada waktu fajar. Dalam laporan terpisah, NNA juga menyebut bahwa pasukan Israel melakukan pembersihan jalan di Wadi al-Salouqi serta menghancurkan rumah dan toko di Aita al-Shaab, wilayah di Lebanon selatan.
Sehari sebelumnya, Israel Defense Forces telah mengeluarkan peringatan kepada warga untuk menjauhi sejumlah area, termasuk Sungai Litani dan wilayah sekitarnya, dengan alasan adanya aktivitas militan yang masih berlangsung.
Padahal, Lebanon dan Israel baru saja menyepakati gencatan senjata selama 10 hari pekan lalu, dengan pembicaraan tingkat duta besar dijadwalkan berlangsung di Washington dalam waktu dekat.
Dalam kesepakatan tersebut, Israel tetap mempertahankan hak untuk mengambil tindakan pertahanan diri terhadap ancaman yang dianggap mendesak, sementara Lebanon diminta mengambil langkah konkret untuk mencegah serangan dari kelompok bersenjata non-negara seperti Hezbollah.
Di sisi lain, Hezbollah menyatakan telah meluncurkan roket ke wilayah Israel utara sebagai respons atas dugaan pelanggaran gencatan senjata oleh militer Israel.
Sementara itu, Duta Besar Israel untuk Amerika Serikat, Yechiel Leiter, justru menuduh Hezbollah sebagai pihak yang melanggar kesepakatan tersebut.
Situasi ini menunjukkan bahwa gencatan senjata yang telah disepakati masih sangat rapuh, dengan kedua pihak saling menuding dan risiko eskalasi yang tetap tinggi di kawasan perbatasan.
Akbari Danico – Redaksi

