World

Sistem Kesehatan Lebanon Tertekan Akibat Serangan Berlanjut

Seorang dokter sekaligus mantan menteri kesehatan Lebanon, Firass Abiad, menyatakan bahwa serangan yang terus berlangsung memberikan tekanan besar terhadap sistem kesehatan negara tersebut. Menurutnya, rumah sakit di Lebanon kini harus menangani jumlah korban yang tinggi setiap hari, di tengah situasi banyaknya warga yang mengungsi akibat konflik.

Abiad mengungkapkan bahwa meskipun menghadapi kondisi sulit, tenaga medis tetap menunjukkan dedikasi tinggi dengan terus bekerja, bahkan ketika sebagian dari mereka juga terdampak dan kehilangan tempat tinggal.

Ia juga menyoroti ketergantungan Lebanon terhadap impor untuk sebagian besar kebutuhan medis, meskipun pemerintah menyatakan persediaan obat masih cukup untuk bertahan hingga sekitar dua bulan ke depan.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan bahwa serangan Israel pada Minggu menewaskan 14 orang, termasuk dua anak-anak.

Di sisi lain, militer Israel menyatakan bahwa serangan tersebut menargetkan anggota serta fasilitas Hezbollah, dan sebelumnya telah mengeluarkan peringatan evakuasi bagi sejumlah desa di wilayah selatan Lebanon.

Kondisi ini memperlihatkan dampak kemanusiaan yang semakin besar, seiring konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Akbari Danico – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...