Kementerian Kominikasi dan Digital (Komdigi), memberikan bantuan internet dari Satelit Republik Indonesia-1 (Satria-1) untuk sekolah tersebut pada Senin (12/4). Siswa-siswi SMP Negeri Lambitu Satu Atap di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), kini bisa internetan di sekolah.
Satria-1 fokus menyediakan layanan internet gratis di wilayah 3T (terdepan, terpencil, dan tertinggal). Layanan ini bertujuan untuk memeratakan digitalisasi di seluruh Indonesia.
Sebelum adanya internet Satria-1, para siswa-siswi SMPN 03 Lambitu Satu Atap harus naik ke atas bukit untuk dapat mengikuti kegiatan belajar-mengajar dan ujian yang berbasis internet. Sebab, hanya di atas bukit sinyal internet bisa diperoleh di wilayah tersebut.
Pengajar TIK di SMPN 03 Lambitu Satu Atap, Andri Maulana, mengatakan bahwa SMPN 3 Lambitu Satu Atap ingin menceritakan bagaimana dulunya akses internet tidak ada di sekolah kami. Kita melakukan ujian dan kegiatan belajar mengajar yang berbasis internet, itu kita lakukan di bukit-bukit untuk mendapatkan akses internet.
Dalam sebuah video di akun @bimakini, tampak belasan pelajar SMPN 03 Lambitu Satu Atap harus mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) di atas bukit. Tapi sekarang mereka tak perlu lagi memanjat bukit untuk mendapatkan sinyal internet. Di ruang kelas, para pelajar bisa mengakses internet dengan nyaman.
Diharapkan siswa-siswi SMPN 03 Lambitu Satu Atap dapat lebih fokus saat kegiatan belajar mengajar dan ujian berbasis internet.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan penyediaan fasilitas akses internet yang telah diberikan kepada sekolah kami. Terima kasih Komdigi,” ujar para pelajar SMPN 03 Lambitu Satu Atap kompak.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

