Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, membentuk komite kabinet baru untuk menangani dampak lanjutan dari konflik di Timur Tengah. Langkah ini menjadi sinyal bahwa pemerintah memperkirakan krisis tersebut akan memberikan pengaruh jangka panjang terhadap perekonomian Inggris.
Starmer dijadwalkan langsung memimpin pertemuan perdana komite yang diberi nama Middle East Response Committee. Pembentukan forum ini dipandang sebagai bentuk pengakuan internal pemerintah bahwa situasi di kawasan tersebut tidak akan mereda dalam waktu dekat.
Pembentukan komite kabinet khusus untuk menangani krisis tertentu terbilang jarang dilakukan. Sebelumnya, langkah serupa pernah diambil pada masa pemerintahan Boris Johnson, terutama dalam menghadapi pandemi global serta mempersiapkan kemungkinan skenario Brexit tanpa kesepakatan.
Dengan dibentuknya komite ini, pemerintah Inggris berupaya memperkuat koordinasi lintas sektor guna merespons berbagai dampak yang mungkin timbul, baik dari sisi ekonomi, energi, maupun stabilitas nasional di tengah ketidakpastian global.
Akbari Danico – Redaksi

