National Regional

Survei LSI: 97,3 Persen Warga Merasa Bebas Beribadah, Toleransi Indonesia Tetap Terjaga

Kabar positif datang dari potret kehidupan beragama di Tanah Air. Survei terbaru yang dirilis Lembaga Survei Indonesia(LSI) menunjukkan mayoritas masyarakat Indonesia merasakan kebebasan dalam menjalankan ibadah sesuai keyakinan.

Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan, dalam pemaparan di Cikini, Minggu lalu, mengungkap hasil survei bertajuk “Evaluasi dan Komitmen Publik Terhadap Pancasila”. Hasilnya, sebanyak 97,3 persen responden mengaku bebas beribadah.

Angka tersebut terdiri dari 56,6 persen responden yang merasa “sangat bebas” dan 40,7 persen yang merasa “cukup bebas”. Sementara itu, hanya sekitar 1,6 persen yang mengaku kurang atau tidak bebas dalam menjalankan ibadah.

Tak hanya merasa bebas, tingkat kepuasan publik terhadap hak-hak dasar ini juga berada di level yang sangat tinggi. Sekitar 92 persen publik mengaku puas dengan kondisi kebebasan beragama saat ini. Hal ini sejalan dengan persepsi masyarakat yang menganggap bahwa hak menjalankan keyakinan adalah pilar yang sangat penting bagi keberlangsungan bangsa.

Survei ini juga menguji hafalan publik terhadap Pancasila. Hasilnya, sila pertama, “Ketuhanan Yang Maha Esa”, menjadi sila yang paling diingat oleh responden dengan tingkat hafalan mencapai 92,8 persen. Hal ini menunjukkan bahwa nilai-nilai ketuhanan telah mendarah daging dalam identitas orang Indonesia.

Penelitian ini melibatkan 2.020 responden dari berbagai latar belakang di seluruh Indonesia. Dari sisi etnis, responden didominasi suku Jawa (40 persen) dan Sunda (15 persen), disusul beragam etnis lain seperti Batak, Madura, Betawi, Minang, hingga Melayu. Sementara dari sisi agama, mayoritas responden beragama Islam (87 persen), serta Kristen dan Katolik sekitar 10 persen.

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...