Periode pasca Idulfitri 1447 H menjadi momentum bagi masyarakat untuk kembali menata kondisi keuangan setelah meningkatnya kebutuhan selama Ramadan dan Lebaran.
PT Pegadaian Cabang Bima mencatat adanya lonjakan transaksi gadai di sejumlah wilayah, khususnya di unit layanan Pegadaian UPC Ambalawi.
Peningkatan tersebut dinilai mencerminkan perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola keuangan, dengan memanfaatkan aset yang dimiliki sebagai sumber likuiditas jangka pendek.
Mayoritas transaksi didominasi oleh gadai emas perhiasan, yang digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan pasca Lebaran, mulai dari biaya pendidikan, modal usaha, hingga kebutuhan rumah tangga.
Tren ini menunjukkan bahwa emas tidak hanya dipandang sebagai instrumen investasi, tetapi juga sebagai aset likuid yang dapat dimanfaatkan secara fleksibel.
Deputy Bisnis Area Pegadaian Bima dan Sumbawa, Mustofa, menyebut masyarakat kini lebih memilih menggadaikan emas dibandingkan menjualnya.
“Pasca Lebaran, kebutuhan likuiditas meningkat. Namun masyarakat cenderung mempertahankan emas sebagai aset jangka panjang dengan cara menggadaikannya,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa Pegadaian UPC Ambalawi mencatat pertumbuhan sebesar 21,65 persen secara year to date.
Sementara itu, secara keseluruhan wilayah Bima dan Pulau Sumbawa mencatat pertumbuhan hingga 23,68 persen.
Untuk menjawab kebutuhan masyarakat, Pegadaian menghadirkan berbagai produk gadai yang dinilai cepat, aman, dan transparan.
Kemudahan proses serta pencairan dana yang cepat menjadi faktor utama meningkatnya minat masyarakat terhadap layanan ini.
Selain itu, program Gadai Bebas Bunga yang diperpanjang hingga akhir April 2026 turut menjadi daya tarik.
Melalui program tersebut, nasabah dapat memperoleh pinjaman dengan biaya sewa modal nol persen, sehingga beban finansial menjadi lebih ringan.
“Program ini kami hadirkan agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan tanpa harus kehilangan aset berharganya,” kata Mustofa.
Peningkatan transaksi juga diamati di tingkat wilayah.
Pemimpin Wilayah Kanwil VII Denpasar, Edy Purwanto, menyebut aktivitas gadai di Nusa Tenggara Barat, khususnya Bima, mengalami pertumbuhan signifikan setelah Lebaran.
“Kami melihat peningkatan transaksi yang cukup tinggi, terutama di Cabang Bima dan unit layanan seperti UPC Ambalawi,” ujarnya.
Menurutnya, hal ini menunjukkan masyarakat semakin memahami fungsi gadai sebagai solusi keuangan yang terencana.
Dengan tren tersebut, Pegadaian optimistis pemanfaatan gadai akan terus berkembang, tidak hanya sebagai solusi darurat, tetapi juga sebagai bagian dari strategi pengelolaan keuangan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Akbari Danico – Redaksi

