Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengajak negara-negara Asia membangun industri masa depan yang lebih bertanggung jawab, inklusif, dan berbasis kemitraan yang adil.
“Industri masa depan harus dibangun secara bertanggung jawab dan berbasis kemitraan,” ujar AHY dalam pembukaan forum Ecosperity Week 2026 di Singapura.
Di hadapan para pemimpin bisnis global, investor, diplomat, dan pejabat internasional, Menko AHY menyoroti posisi strategis Indonesia dalam rantai pasok global energi hijau melalui cadangan nikel, energi panas bumi (geothermal), serta pengembangan industri kendaraan listrik.
Menurut AHY, hilirisasi industri yang dijalankan Indonesia bukan semata kebijakan ekonomi, melainkan bagian dari strategi memperkuat ketahanan nasional dan membangun masa depan energi bersih.
“Negara yang memiliki material penting masa depan tidak boleh terus menjadi pemasok pasif dalam rantai pasok pihak lain,” katanya.
AHY juga menekankan Indonesia terbuka terhadap kerja sama global dengan prinsip keadilan dan saling menguntungkan.
“Kami siap bekerja sama dengan mitra dari Amerika Utara, Eropa, Asia, hingga Global South, dengan prinsip manfaat bersama dan penghormatan terhadap standar yang baik,” ujarnya.
Dalam pidatonya, AHY turut menyoroti besarnya potensi energi panas bumi Indonesia yang dapat menjadi sumber energi bersih utama untuk mendukung industri nikel dan pusat data digital regional.
“Indonesia bisa menjadi bagian penting dari masa depan energi bersih di kawasan Asia,” katanya.
Sementara itu, Chairman Temasek Teo Chee Hean menambahkan Asia memiliki peluang besar membangun sistem ekonomi hijau baru yang menghubungkan sumber daya, teknologi, manufaktur, dan pasar regional.
Menurut Teo, kekuatan Asia terletak pada kemampuannya membangun kolaborasi lintas negara guna menciptakan pertumbuhan yang lebih resilien dan berkelanjutan.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

